Minggu, 12 April 2026

Presiden Prabowo Fokus Bangun Giant Sea Wall Pantai Utara

Minggu, 15 Juni 2025 12:18 WIB
Presiden Prabowo Fokus Bangun Giant Sea Wall Pantai Utara
Presiden Prabowo menghadiri Konferensi Internasional Infrastruktur 2025 di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (12/6/2025). (Dok/BPMI Setpres)
Jakarta (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen kuat pemerintah untuk segera memulai pembangunan proyek strategis nasional Giant Sea Wall atau Tanggul Laut Pantai Utara Jawa.

Proyek ini disebut sebagai salah satu infrastruktur paling vital untuk menghadapi ancaman rob, abrasi, dan perubahan iklim ekstrem yang semakin mengancam wilayah pesisir utara Pulau Jawa.

“Saya ingin emphasize, saya ingin garisbawahi, salah satu proyek infrastruktur yang sangat strategis dan sangat vital bagi kita adalah Giant Sea Wall, Tanggul Laut Pantai Utara Jawa,” ujar Presiden Prabowo dalam pidato kuncinya pada Konferensi Internasional Infrastruktur 2025, di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis.

Presiden menyampaikan bahwa proyek tanggul laut ini sebenarnya telah dirancang sejak tahun 1995, namun belum terealisasi secara menyeluruh. Dalam rencananya, Giant Sea Wall akan membentang sekitar 500 kilometer dari Banten hingga Gresik, Jawa Timur, dengan estimasi total biaya mencapai 80 miliar dolar AS.

“Kalau sampai ke Jawa Timur mungkin membutuhkan waktu 15 sampai 20 tahun. Tidak ada masalah. Ada pepatah kuno: perjalanan 1000 km dimulai oleh satu langkah. Kita akan segera mulai itu,” tegasnya.

Presiden Prabowo menyatakan bahwa pembangunan tahap awal akan difokuskan di kawasan Teluk Jakarta, dengan estimasi anggaran 8 hingga 10 miliar dolar AS, dan target penyelesaian 8–10 tahun.

“Saya sudah bertemu Gubernur DKI, dan saya bilang, DKI harus urunan, Pemerintah Pusat urunan. Jadi kalau 8 miliar dolar dibagi 8 tahun, berarti 1 miliar dolar per tahun. Menteri Keuangan sudah kelihatan tegang melihat. Tenang Bu, DKI nyumbang. Jadi DKI setengah, Pemerintah Pusat setengah,” ungkap Presiden dengan nada berseloroh.

Untuk memastikan tata kelola yang efektif, Presiden mengumumkan akan segera membentuk Badan Otorita Tanggul Laut Pantai Utara Jawa guna mengoordinasikan lintas sektor dan pemerintah daerah.

Presiden juga membuka peluang kerja sama internasional dengan perusahaan dari berbagai negara. Namun, ia menegaskan bahwa proyek ini tetap akan dimulai dengan kekuatan nasional, tanpa menunggu mitra asing.

“Kita terbuka perusahaan-perusahaan dari Tiongkok, Jepang, Korea, Eropa, Timur Tengah yang mau ikut, silakan. Tapi kita tidak akan menunggu. Kita akan mulai dengan kekuatan kita sendiri,” tandasnya.

Proyek Giant Sea Wall ini menjadi simbol arah baru pembangunan infrastruktur Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, yang mengedepankan ketahanan iklim, keberlanjutan, dan kemandirian pembangunan nasional.

Konferensi Internasional Infrastruktur 2025 sendiri diikuti oleh lebih dari 7.000 peserta dari 33 negara, menghadirkan dialog global tentang solusi infrastruktur masa depan. Turut hadir dalam forum ini para menteri kabinet, gubernur, duta besar negara sahabat, serta perwakilan sektor swasta dan akademisi. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Pertamina Patra Niaga Optimalkan Armada Laut untuk Jaga Distribusi LPG Nasional
Ribuan Kafilah Meriahkan Pawai Ta’aruf MTQ ke-59 Kota Medan
KPK: Kampus Jadi Garda Depan Pembentukan Integritas Generasi Muda
Semarang Mountain Race 2026 Resmi Digelar, Ratusan Pelari Taklukkan Gunung Ungaran
Patroli Taktis Operasi Damai Cartenz 2026 Perkuat Keamanan di Sinak
Kakorlantas: Kolaborasi dan Teknologi Kunci Sukses Operasi Ketupat 2026
komentar
beritaTerbaru