Minggu, 12 April 2026

Wamenkeu Suahasil: Strategi Jangka Menengah-Panjang Jadi Kunci Pemerintah Atasi Ketidakpastian Global

Sabtu, 14 Juni 2025 12:11 WIB
Wamenkeu Suahasil: Strategi Jangka Menengah-Panjang Jadi Kunci Pemerintah Atasi Ketidakpastian Global
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menyampaikan keynote speech dalam forum Kadin Global Economic Outlook 2025 di Menara KADIN, Jakarta, Kamis (12/6/2025). (Dok/Kemenkeu)
Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga fokus pada strategi pembangunan jangka menengah dan panjang, meskipun dunia sedang menghadapi ketidakpastian global yang meningkat.

Pernyataan ini disampaikan dalam keynote speech-nya pada forum Kadin Global Economic Outlook 2025, yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Kamis, di Menara KADIN, Jakarta.

Dalam paparannya, Wamenkeu Suahasil menyoroti tren global yang ditandai oleh melemahnya semangat multilateralisme dan meningkatnya kebijakan unilateralisme di berbagai negara.

Menurutnya, kondisi ini telah mendorong banyak negara dan pelaku usaha untuk mengambil langkah jangka pendek yang cenderung reaktif.

“Kalau kita ikut dengan gaya dunia yang hanya terpaku pada jangka pendek, maka kita tidak akan ke mana-mana,” tegas Suahasil.

Ia menjelaskan bahwa Pemerintahan Presiden Prabowo tetap memegang teguh prinsip pembangunan jangka panjang dengan menjadikan Pasal 33 UUD 1945 sebagai landasan utama kebijakan ekonomi.

Fokus utama pembangunan diarahkan pada tiga aspek kunci, yakni pengelolaan kekayaan alam yang berkelanjutan, penguatan sumber daya manusia (SDM), serta pengembangan dunia usaha nasional termasuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta koperasi.

“Inilah akar dari cara kita menyusun kegiatan ekonomi menuju kemakmuran jangka panjang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Suahasil menegaskan bahwa delapan arah kebijakan pembangunan nasional atau Astacita kini menjadi pedoman dalam penyusunan kebijakan fiskal, termasuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.

Delapan prioritas tersebut mencakup: ketahanan pangan, ketahanan energi, program makan bergizi gratis, pendidikan, kesehatan, penguatan desa dan koperasi, pertahanan semesta, serta percepatan investasi dan perdagangan global.

Belanja negara tahun 2025 yang dialokasikan sebesar Rp3.621 T dirancang untuk memperkuat sektor-sektor strategis tersebut yang memiliki dampak ganda (multiplier effect) terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara menyeluruh.

Wamenkeu juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Ia mengajak pelaku usaha untuk aktif memperkuat ekosistem industri dalam negeri dan memperbesar penggunaan produk lokal sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan nasional.

“Hanya dengan cara ini kita bisa melipatgandakan multiplier ekonomi nasional,” pungkasnya.

Forum Kadin Global Economic Outlook 2025 sendiri menjadi ajang strategis bagi para pemangku kepentingan untuk membahas arah kebijakan ekonomi nasional dan peluang pertumbuhan di tengah dinamika global yang berubah cepat. Acara ini dihadiri oleh pejabat pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan pengamat ekonomi dari dalam dan luar negeri. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Pertamina Patra Niaga Optimalkan Armada Laut untuk Jaga Distribusi LPG Nasional
Ribuan Kafilah Meriahkan Pawai Ta’aruf MTQ ke-59 Kota Medan
KPK: Kampus Jadi Garda Depan Pembentukan Integritas Generasi Muda
Semarang Mountain Race 2026 Resmi Digelar, Ratusan Pelari Taklukkan Gunung Ungaran
Patroli Taktis Operasi Damai Cartenz 2026 Perkuat Keamanan di Sinak
Kakorlantas: Kolaborasi dan Teknologi Kunci Sukses Operasi Ketupat 2026
komentar
beritaTerbaru