Rabu, 22 Juli 2026

APBN Jadi Andalan Pemerintah Lindungi Daya Beli Masyarakat di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 06 Juni 2025 12:40 WIB
APBN Jadi Andalan Pemerintah Lindungi Daya Beli Masyarakat di Tengah Ketidakpastian Global
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati menyampaikan keterangan pers terkait kebijakan fiskal untuk menjaga daya beli masyarakat, didampingi sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju di Jakarta.
Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap menjadi andalan utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional dan melindungi daya beli masyarakat di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Menteri Keuangan Republik Indonesia (Menkeu RI) Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa APBN merupakan instrumen penting dalam menciptakan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Melalui laman Instagram resminya, @smindrawati, Menkeu menyatakan bahwa dalam situasi dunia yang sangat dinamis, baik dari sisi geopolitik maupun ekonomi, APBN terus dioptimalkan sebagai shock absorber untuk menghadapi berbagai tekanan eksternal.

"APBN digunakan untuk menjaga daya beli masyarakat, mendukung dunia usaha, menciptakan kesempatan kerja, dan mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi," ujar Sri Mulyani.

Sebagai respons terhadap tekanan global yang berpotensi berdampak pada perekonomian dalam negeri, pemerintah telah menyiapkan berbagai paket kebijakan bersifat countercyclical.

Salah satu langkah yang diambil adalah pencairan gaji ke-13 bagi ASN, TNI/Polri, dan para pensiunan. Langkah ini diharapkan dapat mendorong konsumsi rumah tangga dan memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, pemerintah juga mempercepat pelaksanaan sejumlah program prioritas melalui belanja APBN tahun berjalan. Beberapa program unggulan yang menjadi fokus antara lain:

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan alokasi anggaran sebesar Rp121 triliun

Program pembangunan 3 juta rumah melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp41,88 triliun

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebesar Rp3,4 triliun.

Menkeu berharap kebijakan fiskal yang telah dirancang dan dilaksanakan secara terukur ini mampu memberikan stimulus yang signifikan bagi perekonomian, meringankan beban masyarakat, dan menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah kondisi global yang masih bergejolak.

"Semoga dengan berbagai upaya ini, APBN mampu melindungi masyarakat dan perekonomian Indonesia secara optimal dari tekanan situasi global dan pelemahan ekonomi dunia," tutupnya. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Mahasiswa dan Dosen PBSI UNIKA Medan Tanam Pohon, Wujudkan Nilai Kepramukaan dan Kepedulian Lingkungan
Pemerintah Percepat Pengembangan Kendaraan Listrik, Siapkan Pabrik Motor Listrik Nasional
PWI Sumut Laporkan Hotman Paris ke Polda Sumut atas Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan
Presiden Prabowo: Koperasi Desa Merah Putih Jadi Instrumen Strategis Perkuat Ekonomi Desa
Kapolres Samosir Tegaskan Perang terhadap Narkoba, Illegal Logging dan Judi
Pemkab Garut Gandeng UPI Latih 400 Guru Tingkatkan Kompetensi Literasi dan Numerasi
komentar
beritaTerbaru