Selasa, 14 April 2026

37% Pertumbuhan Eksplorasi PHE dalam 3 Tahun: Langkah Menuju Swasembada Energi

Jumat, 30 Mei 2025 12:24 WIB
37% Pertumbuhan Eksplorasi PHE dalam 3 Tahun: Langkah Menuju Swasembada Energi
Direktur Eksplorasi PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Muharram Jaya Panguriseng menerima penghargaan dalam acara talkshow bertema “Transformasi Industri Migas: Efisiensi dan Eksplorasi Baru” yang diselenggarakan di Jakarta, Senin (26/5/2025). (Dok/Pertamina)
Jakarta (buseronline.com) - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream PT Pertamina (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemandirian energi nasional. Melalui berbagai langkah strategis, PHE mencatatkan pertumbuhan eksplorasi sebesar 37 persen per tahun selama tiga tahun terakhir, sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada energi Indonesia.

Direktur Eksplorasi PHE, Muharram Jaya Panguriseng, mengungkapkan bahwa PHE saat ini menjalankan tiga strategi utama guna memperkuat kegiatan eksplorasi migas nasional. Strategi pertama berfokus pada optimalisasi wilayah kerja eksisting guna mencapai target jangka pendek dalam lima tahun ke depan.

"Kami tetap berjalan di area eksisting karena peluangnya masih besar. Tahun 2024 menjadi salah satu bukti, dengan temuan terbesar kami dalam lima belas tahun terakhir," ujar Muharram dalam sesi talkshow bertajuk Transformasi Industri Migas: Efisiensi dan Eksplorasi Baru di Jakarta, Senin.

Untuk jangka panjang, strategi kedua yang diusung PHE adalah masuk ke area terbuka (open area) secara agresif demi menemukan blok-blok baru dengan potensi produksi signifikan. Sementara strategi ketiga mengedepankan kerja sama dengan mitra strategis guna menekan risiko eksplorasi dan memfasilitasi transfer teknologi.

Dalam tiga tahun terakhir, PHE telah berhasil memperoleh delapan wilayah kerja eksplorasi baru. Salah satu pencapaian eksplorasi paling menonjol adalah dua temuan besar pada tahun 2024: struktur Tedong (TDG)-001 dengan sumber daya 2C Recoverable sebesar 548 miliar kaki kubik gas (bcfg), dan struktur Padang Pancuran (PPC)-1 dengan potensi 140,6 juta barel minyak ekuivalen (MMBOE).

"Keberhasilan ini adalah bukti nyata dari dedikasi dan kerja keras tim eksplorasi kami serta sinergi erat dengan SKK Migas dan Kementerian ESDM. Kami harap ini bisa berkontribusi signifikan terhadap target lifting migas nasional serta mendorong ketahanan energi dan swasembada energi Indonesia," ujar Muharram.

PHE juga menegaskan komitmennya dalam pengelolaan operasi hulu migas yang mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Salah satunya melalui implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah mengantongi sertifikasi ISO 37001:2016, sebagai bentuk nyata dari kebijakan Zero Tolerance on Bribery.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menambahkan bahwa pertumbuhan eksplorasi dan produksi migas merupakan bagian penting dari strategi Pertamina dalam menghadapi tantangan energi global.

“Pengembangan sektor hulu adalah kunci dalam mendukung target produksi nasional dan swasembada energi, sebagaimana dicanangkan pemerintah. Eksplorasi yang dijalankan PHE menjadi langkah strategis untuk membuka peluang pertumbuhan produksi ke depan,” ungkap Fadjar.

Sebagai pemimpin transisi energi di Indonesia, Pertamina terus berkomitmen mendukung target net zero emission pada 2060. Melalui berbagai inisiatif berbasis ESG dan program yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), Pertamina berharap mampu menciptakan ketahanan energi nasional yang berkelanjutan dan inklusif. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
17.372 Guru Non-ASN di Jepara Disasar Program Kartu Guru Sejahtera 2026
KPK OTT Bupati Tulungagung dan Ajudan, Diduga Lakukan Pemerasan hingga Rp5 Miliar
Jawa Tengah Jadi Percontohan Penguatan Kemitraan Program MBG
Skrining Pendengaran Digelar, Pemkab Bekasi Luncurkan Sekolah Peduli Pendengaran
Swasta Didorong Terlibat, TP PKK Medan Targetkan Penurunan Zero Dose Imunisasi
Patroli Humanis Satgas Damai Cartenz 2026 Hidupkan Suasana Distrik Muara
komentar
beritaTerbaru