Selasa, 07 April 2026

Akhir April 2025, APBN Raih Surplus Rp4,3 T

Minggu, 25 Mei 2025 12:16 WIB
Akhir April 2025, APBN Raih Surplus Rp4,3 T
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersama jajaran pejabat eselon I Kementerian Keuangan saat menyampaikan kinerja APBN dalam Konferensi Pers APBN KiTa yang berlangsung pada Jumat (23/5/2025) di Aula Mezzanine, Kompleks Kementerian Keuangan, Jakarta.
Jakarta (buseronline.com) - Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia mencatatkan surplus sebesar Rp4,3 T hingga akhir April 2025.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa surplus ini dipicu oleh akselerasi pendapatan negara, khususnya dari sektor perpajakan dan kepabeanan, yang mampu melampaui realisasi belanja negara.

“Sudah terjadi akselerasi dari pendapatan negara, terutama untuk pajak dan bea cukai, mengikuti ritme yang cukup baik,” ujar Menkeu dalam Konferensi Pers APBN KiTa yang digelar di Aula Mezzanine, Kompleks Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat.

Per 30 April 2025, total pendapatan negara tercatat mencapai Rp810,5 T atau 27% dari target APBN tahun ini. Di sisi lain, belanja negara terealisasi sebesar Rp806,2 T atau 22,3% dari pagu anggaran yang ditetapkan. Dengan demikian, APBN mencatatkan surplus anggaran sebesar Rp4,3 T atau setara 0,02% dari produk domestik bruto (PDB).

Pendapatan negara hingga April ini terdiri dari penerimaan pajak sebesar Rp557,1 T, penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp100 T, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang mencapai Rp153,3 T.

Sementara dari sisi belanja, pemerintah telah merealisasikan Rp806,2 T, terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp546,8 T dan transfer ke daerah sebesar Rp259,4 T. Jika dibandingkan dengan total pagu anggaran sebesar Rp3.621,3 T, belanja pemerintah pusat baru mencapai sekitar 20%.

“Maka kita lihat kecepatan dari pendapatan negara sudah mendahului dari sisi kecepatan untuk belanja negara,” jelas Menkeu.

Sri Mulyani juga menjelaskan bahwa capaian surplus pada April ini menandai perbaikan signifikan setelah pada kuartal I-2025 APBN mengalami defisit selama tiga bulan berturut-turut.

Ia menyebutkan bahwa defisit tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti restitusi pajak dan penyesuaian tarif efektif dari tarif efektif rata-rata (TER).

“Sekarang di bulan April terjadi pembalikan dari yang tadinya tiga bulan berturut-turut defisit,” pungkasnya.

Surplus APBN ini menjadi sinyal positif bagi stabilitas fiskal dan menunjukkan efektivitas pengelolaan keuangan negara di tengah tantangan ekonomi global yang masih berlanjut. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru