Rabu, 22 Juli 2026

Peningkatan Produksi Susu, Kementan dan GKSI Jatim Terapkan Teknologi Reproduksi Sapi Perah

Kamis, 22 Mei 2025 12:35 WIB
Peningkatan Produksi Susu, Kementan dan GKSI Jatim Terapkan Teknologi Reproduksi Sapi Perah
Penandatanganan nota kesepahaman antara Kepala BBIB Singosari, Akbar, dan Ketua GKSI Jawa Timur, Nur Kayin, disaksikan jajaran pejabat Kementerian Pertanian dan perwakilan koperasi susu, dalam rangkaian kerja sama peningkatan produksi susu melalui teknolo
Malang (buseronline.com) - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong penguatan sektor peternakan melalui pemanfaatan teknologi modern. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui kerja sama antara Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari dengan Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Jawa Timur, yang resmi dimulai pada Jumat di Malang.

Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas susu nasional, khususnya di Jawa Timur sebagai salah satu sentra peternakan sapi perah di Indonesia.

Kolaborasi antara BBIB Singosari dan GKSI Jawa Timur meliputi berbagai aspek penting, seperti penyediaan dan distribusi semen beku sexing dan unsexing, layanan nitrogen cair, pelatihan serta sertifikasi petugas teknis, layanan deposit semen beku, penguatan sarana inseminasi buatan, hingga pengembangan sistem layanan satu pintu untuk koperasi dan peternak anggota GKSI.

“Tujuan utama dari kolaborasi ini adalah memperoleh data populasi sapi perah yang riil di Jawa Timur. Dengan begitu, perencanaan distribusi semen beku bisa dilakukan secara tepat dan terukur,” ujar Nur Kayin, perwakilan GKSI Jatim.

Ia menambahkan bahwa BBIB Singosari menjadi mitra strategis dalam penguatan bisnis inti koperasi susu, karena kualitas produksi sangat ditentukan oleh benih unggul.

Kepala BBIB Singosari, Akbar, menyatakan kesiapan penuh pihaknya dalam mendukung semua aspek teknis yang tertuang dalam kesepakatan kerja sama tersebut. Pihaknya juga berperan sebagai mediator antar koperasi dan GKSI guna memperkuat kolaborasi lintas institusi.

“Kami akan memastikan kerja sama ini berjalan efektif dan memberikan manfaat langsung bagi peternak di lapangan,” kata Akbar.

Salah satu layanan unggulan dalam program ini adalah sistem deposit semen beku, yang memungkinkan koperasi atau peternak menyimpan semen beku yang telah dibeli di fasilitas Bank Sperma BBIB Singosari. Layanan ini menjaga mutu dan efektivitas semen beku dengan biaya penyimpanan yang terjangkau.

Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan ketersediaan susu segar berkualitas guna mendukung program gizi nasional. Jawa Timur, sebagai salah satu provinsi penyumbang terbesar produksi susu nasional, diharapkan menjadi model pengembangan peternakan sapi perah berbasis teknologi reproduksi.

“Langkah ini adalah contoh nyata sinergi antara pemerintah dan koperasi dalam memperkuat ketahanan pangan, khususnya di sektor peternakan,” tutup Akbar.

Melalui kerja sama ini, diharapkan tidak hanya produktivitas sapi perah yang meningkat, tetapi juga kesejahteraan peternak, keberlanjutan industri susu, dan ketahanan pangan nasional secara keseluruhan. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Mahasiswa dan Dosen PBSI UNIKA Medan Tanam Pohon, Wujudkan Nilai Kepramukaan dan Kepedulian Lingkungan
Pemerintah Percepat Pengembangan Kendaraan Listrik, Siapkan Pabrik Motor Listrik Nasional
PWI Sumut Laporkan Hotman Paris ke Polda Sumut atas Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan
Presiden Prabowo: Koperasi Desa Merah Putih Jadi Instrumen Strategis Perkuat Ekonomi Desa
Kapolres Samosir Tegaskan Perang terhadap Narkoba, Illegal Logging dan Judi
Pemkab Garut Gandeng UPI Latih 400 Guru Tingkatkan Kompetensi Literasi dan Numerasi
komentar
beritaTerbaru