Selasa, 07 April 2026

Pertamina dan Serikat Pekerja Teken PKB, Disaksikan Menaker

Rabu, 21 Mei 2025 12:19 WIB
Pertamina dan Serikat Pekerja Teken PKB, Disaksikan Menaker
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri bersama Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPBB) PT Pertamina (Persero), Arie Gumilar melakukan penandatangan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) IX periode 2025 - 2027 yang disaks
Jakarta (buseronline.com) - PT Pertamina (Persero) bersama Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Bersama (PKB) IX untuk periode 2025–2027.

Penandatanganan tersebut dilangsungkan di Ballroom Grha Pertamina, Jakarta, pada Senin, dan disaksikan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Yassierli.

Dalam sambutannya, Menteri Yassierli menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Pertamina dan FSPPB mencapai kesepakatan PKB secara musyawarah dan dialog. Ia menyebut langkah ini sebagai cerminan praktik hubungan industrial Pancasila yang patut menjadi panutan nasional.

“Saya ucapkan selamat atas penandatanganan PKB antara Pertamina dan serikat pekerja. Ini menjadikan Pertamina sebagai contoh dan role model hubungan industrial yang unggul dan adaptif. Proses dialog antara serikat pekerja dan manajemen adalah kunci kemajuan perusahaan ke depan,” ujar Yassierli.

PKB IX mencakup kesepakatan penting mengenai hak dan kewajiban antara perusahaan dan pekerja, dengan tujuan menciptakan hubungan kerja yang harmonis, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Penandatanganan ini merupakan hasil dari proses perundingan antara manajemen Pertamina dan FSPPB yang berlangsung secara kolaboratif.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menegaskan bahwa dokumen PKB bukan sekadar formalitas, tetapi manifestasi komitmen bersama untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis dan kesejahteraan pekerja.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Peran pekerja adalah jantung operasional perusahaan. Tanpa mereka, Pertamina tidak akan bisa mencapai kemajuan seperti saat ini. PKB ini menjadi bukti bahwa kolaborasi yang harmonis dapat menghasilkan kesepakatan yang berpihak pada kemajuan bersama,” tegas Simon.

Presiden FSPPB, Arie Gumilar, menyampaikan bahwa tema PKB IX adalah Penguatan Sumber Daya Manusia untuk Kedaulatan Energi Nasional. Menurutnya, tema tersebut sejalan dengan visi federasi dalam mendukung kemandirian dan ketahanan energi nasional.

“Sejak awal, kami mendorong kedaulatan energi di tangan anak bangsa. Tema ini juga sejalan dengan aspirasi manajemen dan arah kebijakan pemerintah melalui Asta Cita untuk menjadikan Pertamina sebagai soko guru kemandirian energi,” ujar Arie.

Pertamina sebagai BUMN energi terus berkomitmen mendukung target transisi energi menuju net zero emission pada 2060. Dukungan terhadap prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) serta program-program berorientasi pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs) menjadi bagian dari strategi perusahaan.

Dengan tercapainya PKB IX, Pertamina mempertegas posisinya sebagai perusahaan yang tidak hanya unggul secara operasional, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan sosial dan kesejahteraan pekerja sebagai mitra strategis dalam membangun ketahanan energi nasional. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru