Rabu, 27 Mei 2026

Taj Yasin: Kelestarian Sungai Kunci Ketahanan Pangan Daerah

Jumat, 16 Mei 2025 12:37 WIB
Taj Yasin: Kelestarian Sungai Kunci Ketahanan Pangan Daerah
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menghadiri Pengukuhan Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai Bodri-Kuto periode 2025-2029 di Kantor Dinas Pusdataru Jawa Tengah, Rabu (14/5/2025). (Dok/Humas Jateng)
Semarang (buseronline.com) – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kelestarian sungai dan daerah aliran sungai (DAS) sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan daerah.

Hal ini disampaikannya dalam acara Pengukuhan Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai Bodri–Kuto periode 2025–2029 di Kantor Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jawa Tengah, Rabu.

Dalam sambutannya, Taj Yasin menyebutkan bahwa sungai, seperti Bodri dan DAS lainnya, memiliki fungsi vital sebagai sumber air bagi pertanian serta kebutuhan hidup masyarakat. Oleh karena itu, pengelolaan dan pelestariannya harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan.

“Sungai seperti Bodri dan DAS lainnya menjadi penopang penting. Maka harus dikelola, dijaga, dan dilestarikan,” ujar Taj Yasin.

Ia juga menyoroti pentingnya pengendalian sampah dan keterlibatan masyarakat secara aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian ekosistem sungai. Hal ini diyakini akan berdampak langsung terhadap keberlangsungan pasokan air untuk pertanian yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan di berbagai wilayah.

Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin juga mengukuhkan 39 anggota TKPSDA Wilayah Sungai Bodri–Kuto. Dari jumlah itu, 20 orang berasal dari unsur pemerintahan, dan 19 orang dari unsur nonpemerintah. Ia berharap, perwakilan masyarakat dapat menjadi penghubung antara warga dengan pemerintah, serta berperan sebagai garda terdepan dalam menyampaikan informasi kondisi lapangan.

“Kita percaya mereka akan menjadi ujung tombak edukasi di lapangan, termasuk menyampaikan laporan dini kalau ada potensi bencana,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Kepala Bidang Infrastruktur Pengembangan Wilayah Dinas Pusdataru, Lambang Antono, menjelaskan bahwa pengukuhan TKPSDA WS Bodri–Kuto telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/83 Tahun 2025.

Ia menambahkan, tim ini akan menjadi forum koordinasi lintas instansi yang berfungsi untuk mengelola sumber daya air secara terpadu, efisien, dan berkelanjutan.

Pembentukan TKPSDA Wilayah Sungai Bodri–Kuto menjadi bagian penting dari upaya pemerintah provinsi dalam menciptakan tata kelola air yang berdaya guna, demi mendukung produktivitas pertanian dan mitigasi bencana air, seperti banjir dan kekeringan, yang kerap mengancam wilayah hilir. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Pamekasan Pecahkan Rekor MURI SAIH, Mendikdasmen Ajak Wujudkan Generasi Emas 2045
Indonesia Percepat Transformasi Pengendalian Kanker Lewat Deteksi Dini dan Kolaborasi Global
SC Paderborn 07 Promosi ke Bundesliga, VfL Wolfsburg Terdegradasi Setelah 29 Musim
FIFA dan PSSI Gelar Kampanye “Be Active” untuk Dorong Gaya Hidup Sehat Anak
Pertamina Perkuat Transformasi Digital Berbasis AI, Targetkan EBITDA US$300 Juta pada 2027
Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026 Mulai 8 Juni, Fokus Penegakan Hukum Digital lewat ETLE
komentar
beritaTerbaru