Selasa, 07 April 2026

RI Miliki 64 Balai Riset, Wamentan Sudaryono: Kunci Penguasaan Pangan dan Energi Dunia

Rabu, 14 Mei 2025 12:42 WIB
RI Miliki 64 Balai Riset, Wamentan Sudaryono: Kunci Penguasaan Pangan dan Energi Dunia
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono saat memberikan keterangan kepada media di Taman Sains Pertanian (TSP) Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Industri dan Penyegar (BRMP TRI) Sukabumi, Jawa Barat, Senin (12/5/2025). (Dok/Humas PKH)
Sukabumi (buseronline.com) - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan komitmen Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memperkuat sektor pertanian Indonesia melalui riset, inovasi, dan modernisasi.

Pernyataan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja ke Taman Sains Pertanian (TSP) Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Industri dan Penyegar (BRMP TRI) di Sukabumi, Jawa Barat, pada Senin.

Wamentan Sudaryono, yang lebih akrab disapa Mas Dar, mengungkapkan bahwa Kementerian Pertanian memiliki 64 balai riset yang berperan penting dalam pengelolaan perbenihan, pembibitan, hingga pascapanen.

Ia mengapresiasi keberadaan balai-balai tersebut, yang menurutnya sangat mendukung upaya Indonesia untuk memperkuat daya saing sektor pertanian di kancah global.

“Negara kita ini keren. Ada 64 balai di Kementerian Pertanian yang mengelola perbenihan, pembibitan, hingga pascapanen. Misalnya, ada balai yang bisa melakukan inseminasi buatan untuk mendukung produksi sapi nasional,” ujar Mas Dar.

Ia menambahkan bahwa riset dan modernisasi sangat dibutuhkan agar sektor pertanian Indonesia, terutama komoditas perkebunan, dapat kembali menduduki posisi strategis di pasar global.

Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono menekankan bahwa sektor perkebunan Indonesia memiliki potensi besar untuk menduduki posisi nomor satu di dunia.

Ia menegaskan bahwa selain mengejar swasembada beras, Indonesia juga harus mempersiapkan lompatan besar untuk meningkatkan produksi komoditas perkebunan.

“Pak Presiden Prabowo ingin komoditas perkebunan kita kembali menduduki posisi nomor satu di dunia. Insya Allah, sambil mengejar swasembada beras, kita paralel menyiapkan lompatan besar untuk komoditas lainnya, termasuk perkebunan,” ujar Wamentan.

Mas Dar juga mendorong penguatan hilirisasi hasil pertanian untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi. Salah satunya melalui pengembangan biofuel yang berbasis tanaman perkebunan seperti sawit dan tebu.

“Ini menjanjikan. Keunggulan komparatif kita di sektor pertanian ternyata tidak hanya untuk pangan, tapi juga energi. Tebu bisa diolah jadi bioetanol, sawit bisa jadi bahan bakar ramah lingkungan. Jika kebutuhan pangan sudah tercukupi, komoditas tersebut bisa dimanfaatkan untuk energi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wamentan Sudaryono menyoroti pentingnya menjembatani hasil riset pertanian dengan dunia usaha dan agribisnis, terutama di kalangan generasi muda. Ia menyadari bahwa banyak anak muda yang belajar dari media sosial tanpa data ilmiah yang kuat. Untuk itu, pihaknya berupaya agar riset pertanian bisa lebih dekat dengan dunia usaha dan bisa diadopsi oleh para pelaku bisnis, termasuk oleh generasi muda.

“Pekerjaan rumah kita adalah mengatasi gap antara hasil riset dengan penerapan di lapangan. Banyak anak muda belajar dari media sosial tanpa data ilmiah. Kita ingin mendekatkan riset dengan dunia usaha, sehingga anak-anak muda bisa meniru model bisnis budidaya atau pengolahan berbasis riset,” ujar Sudaryono.

Sebagai bagian dari upaya ini, Wamentan mendorong kolaborasi yang lebih erat antara Kementan, perguruan tinggi, dan lembaga penelitian untuk mengadopsi teknologi terbaik dalam memperkuat sektor pertanian Indonesia.

Kepala BRMP TRI, Evi Savitri Iriani, menjelaskan bahwa balai yang ia pimpin berfokus pada pengembangan benih unggul dan teknologi pengolahan hasil perkebunan. Menurut Evi, teknologi yang dihasilkan oleh balai-balai Kementan diharapkan bisa langsung diterapkan oleh masyarakat dalam meningkatkan produktivitas pertanian mereka.

“Dengan kunjungan Pak Wamen, kami berharap masyarakat tahu bahwa balai-balai Kementan adalah sumber teknologi. Mereka bisa bertanya, belajar, dan menerapkan langsung di lapangan. Jangan hanya berhenti di jurnal atau laporan, tapi betul-betul dirasakan manfaatnya,” ujar Evi.

Kunjungan kerja Wamentan Sudaryono ke TSP BRMP TRI di Sukabumi ini menunjukkan pentingnya peran balai-balai riset dalam pengembangan sektor pertanian Indonesia. Ke depan, dengan dukungan teknologi dan riset, Indonesia diyakini akan semakin kuat dalam menghadapi tantangan di sektor pangan dan energi global. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru