Selasa, 07 April 2026

Komitmen Kementan dan Swasta: Impor Indukan Sapi Perah Tetap Berlanjut

Minggu, 11 Mei 2025 12:48 WIB
Komitmen Kementan dan Swasta: Impor Indukan Sapi Perah Tetap Berlanjut
Proses bongkar muat indukan sapi perah Frisian Holstein asal Australia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Rabu malam (7/5/2025). (Dok/Humas PKH)
Tangerang (buseronline.com) - Upaya Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memperkuat industri susu nasional terus menunjukkan hasil konkret.

Pada Rabu malam, sebanyak 55 ekor sapi perah indukan jenis Frisian Holstein asal Australia tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Ini merupakan bagian dari Program Peningkatan Produksi Susu dan Daging Nasional (P2SDN) yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dari total 55 ekor yang diimpor, 48 ekor dibawa oleh PT Nawasena Satya Perkasa dan 7 ekor lainnya oleh PT Tombak Mas Nusantara, keduanya tergabung dalam Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI). Kedua perusahaan ini berencana mendatangkan total 10.000 ekor sapi perah tahun ini.

Selain menambah populasi, impor ini bertujuan memperbaiki kualitas genetik sapi perah, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat transfer teknologi kepada peternak lokal.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Makmun, mengapresiasi keterlibatan aktif sektor swasta dalam upaya memperkuat ketahanan pangan.

“Dengan semakin banyaknya pelaku usaha yang terlibat aktif, kita bisa memperkuat ketahanan pangan, khususnya di sektor produksi susu. Ini akan mendorong peningkatan populasi ternak perah, mempercepat hilirisasi, dan pada akhirnya meningkatkan produksi susu nasional secara berkelanjutan,” kata Makmun.

Bayu Aji Handayanto, perwakilan PT Nawasena Satya Perkasa, mengakui bahwa kebijakan baru Kementan yang lebih fleksibel dalam importasi sangat membantu.

“Dulu impor harus dalam jumlah besar sekaligus, sekarang bisa dicicil. Ini memudahkan kami sebagai pelaku usaha,” ujar Bayu. Ia menambahkan bahwa perusahaannya siap mendatangkan 1.300 ekor sapi perah lagi dalam waktu dekat sebagai bagian dari gelombang berikutnya.

Selain memperkuat populasi, program P2SDN juga bertujuan untuk mendorong kemajuan teknologi peternakan, memperluas akses pasar untuk produk susu lokal, serta membangun struktur industri hilir yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menjelaskan bahwa program ini adalah bagian dari strategi besar ketahanan pangan nasional berbasis peternakan.

“Ini bukan sekadar impor sapi, tapi penguatan kapasitas peternak lokal melalui kemitraan jangka panjang yang berorientasi pada produksi dan kualitas,” ujar Agung.

Ia menekankan bahwa pemerintah ingin menciptakan ekosistem industri susu yang modern dan berkelanjutan, dengan peternak sebagai bagian penting dari rantai produksi.

“Kami ingin peternak menjadi bagian dari ekosistem industri susu yang sehat, modern, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Agung juga memastikan bahwa pemerintah akan terus memberikan kemudahan bagi pelaku usaha yang berinvestasi di subsektor peternakan, termasuk dalam proses perizinan importasi sapi perah.

“Persetujuan teknis diberikan secara mudah dan cepat sebagai bentuk komitmen kami, sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian,” katanya.

Agung menambahkan bahwa koordinasi dengan Badan Karantina Indonesia dan instansi terkait terus diperkuat untuk memastikan proses importasi berjalan lancar dan sesuai standar.

“Kami telah berkoordinasi dengan Badan Karantina Indonesia untuk memberikan layanan prima kepada semua investor yang berkomitmen memperkuat industri peternakan nasional,” pungkas Agung.

Dengan langkah ini, Kementan berharap industri susu nasional dapat tumbuh lebih kuat, mengurangi ketergantungan impor susu, dan meningkatkan kesejahteraan peternak lokal dalam jangka panjang. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru