Selasa, 07 April 2026

Penguatan Kebijakan Fiskal di Tengah Tantangan Ekonomi Global Jadi Fokus Forum ASEAN+3 di Milan

Selasa, 06 Mei 2025 12:32 WIB
Penguatan Kebijakan Fiskal di Tengah Tantangan Ekonomi Global Jadi Fokus Forum ASEAN+3 di Milan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berbicara dalam forum ASEAN+3 Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting di Milan, Italia, Minggu (4/5/2025). (Dok/Kemenkeu)
Jakarta (buseronline.com) - Para Menteri Keuangan dari 10 negara anggota ASEAN bersama tiga negara mitra utama Asia Timur—Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan menggelar pertemuan tahunan ASEAN+3 Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting di Milan, Italia.

Pertemuan ini difokuskan pada penguatan kebijakan fiskal sebagai respons terhadap dinamika ekonomi global yang terus berubah.

Salah satu agenda utama dalam forum ini adalah sesi Finance Ministers Fiscal Exchange yang dilaksanakan pada Minggu (4/5/2025). Dalam sesi tersebut, para delegasi berdiskusi mengenai peran penting kebijakan fiskal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan menjaga keberlanjutan fiskal, sesuai dengan karakteristik domestik masing-masing negara.

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, yang hadir dalam forum tersebut, menyampaikan bahwa kebijakan fiskal tidak hanya harus dirancang secara tepat, tetapi juga diimplementasikan dengan efektif agar dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan.

“Dalam kesempatan tersebut, saya menyampaikan pentingnya tidak hanya memahami ‘apa’ kebijakan fiskal yang ideal, tetapi juga ‘bagaimana’ cara efektif untuk mengimplementasikannya,” ujar Sri Mulyani melalui akun Instagram resminya @smindrawati, Senin (5/5/2025).

Forum ini turut menampilkan pemaparan hasil studi dari ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) mengenai praktik kebijakan fiskal di berbagai negara anggota. Studi tersebut menggarisbawahi contoh sukses seperti langkah Tiongkok dalam restrukturisasi utang pemerintah daerah, serta pendekatan Vietnam dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui belanja pendidikan yang efisien—terbukti dari peningkatan skor PISA negara tersebut.

Sri Mulyani juga menyampaikan apresiasinya kepada Malaysia dan Tiongkok atas kepemimpinannya dalam forum ASEAN+3 selama masa-masa penuh tantangan.

Ia menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama regional untuk memastikan kesejahteraan bersama di tengah meningkatnya ketidakpastian global, termasuk akibat kebijakan proteksionisme perdagangan.

“Semoga kerja sama ASEAN+3 dapat terus diperkuat demi kesejahteraan seluruh negara anggota,” pungkasnya. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru