Jumat, 10 Juli 2026

Wamenkeu Anggito Ungkap Pertumbuhan Positif Penerimaan Pajak Bruto Maret 2025

Sabtu, 03 Mei 2025 12:17 WIB
Wamenkeu Anggito Ungkap Pertumbuhan Positif Penerimaan Pajak Bruto Maret 2025
Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu memberikan keterangan dalam Konferensi Pers APBN Kita Edisi April 2025 di Jakarta, Rabu (30/04/2025). (Dok/Kemenkeu)
Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Anggito Abimanyu menyampaikan bahwa penerimaan pajak bruto pada Maret 2025 menunjukkan pertumbuhan positif, membalikkan tren kontraksi yang terjadi pada dua bulan sebelumnya.

“Penerimaan pajak di bulan Maret mengalami rebound, pembalikan. Ya, pembalikan ini mohon digarisbawahi, pembalikan,” ujar Anggito dalam Konferensi Pers APBN Kita edisi April 2025 di Jakarta, Rabu.

Tercatat, hingga akhir Maret 2025, penerimaan pajak bruto mencapai Rp467 T dengan pertumbuhan 7,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara neto setelah dikurangi restitusi pertumbuhan tetap positif sebesar 3,5 persen year on year.

Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh penerimaan dari Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dalam negeri. PPh 21 tumbuh 3,3 persen seiring dengan peningkatan penghasilan pegawai serta berkurangnya wajib pajak yang mengompensasikan kelebihan bayar PPh 21 tahun 2024 ke masa pajak Maret 2025. Sementara itu, PPN dalam negeri yang menjadi indikator daya beli masyarakat, mencatatkan pertumbuhan sebesar 8 persen.

Selain itu, penerimaan PPh 25 menunjukkan kinerja yang baik, mencerminkan profitabilitas perusahaan, khususnya di sektor pertambangan. Penerimaan PPN impor juga mengalami pertumbuhan signifikan, terutama dari sektor industri pengolahan.

Wamenkeu Anggito menambahkan bahwa tiga sektor utama menjadi penopang pertumbuhan penerimaan pajak, yakni sektor pertambangan, sektor industri pengolahan, dan sektor jasa keuangan.

Sektor pertambangan mencatat kinerja baik, terutama pada subsektor bijih logam. Industri pengolahan terus menunjukkan tren positif didukung oleh Indeks Manufaktur (PMI) yang konsisten berada di zona ekspansif. Sementara itu, sektor jasa keuangan melanjutkan tren pertumbuhan jangka panjangnya.

“Kalau kita lihat secara objektif dan numerik, tren penerimaan pajak menunjukkan peningkatan. Bahkan rata-rata empat bulan untuk semua jenis pajak menunjukkan peningkatan secara nominal,” tutup Wamenkeu. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Taput Jadi Pelopor Digitalisasi Bansos, Luhut Tinjau Langsung Program Perlinsos Digital di Siborong-borong
Menkes Targetkan Temukan 37 Ribu Kasus Kusta untuk Percepat Eliminasi Nasional
Pemprov Jateng Pastikan APBD dan Program Pembangunan Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Tas Karakter Bright Gas Viral di Jakarta Fair 2026, Dongkrak UMKM dan Serap Tenaga Kerja
Pendaftaran TKA dan Asesmen Nasional 2026 Dimajukan, Sekolah Diminta Segera Perbarui Data Siswa
Bandung dan Pekanbaru Sepakati Kerja Sama Penguatan Pelayanan Publik dan Peningkatan PAD
komentar
beritaTerbaru