Rabu, 22 Juli 2026

Menkeu Sri Mulyani: Peningkatan Impor Energi dan Pertanian dari AS Jadi Fokus Pemerintah Indonesia

Senin, 28 April 2025 12:27 WIB
Menkeu Sri Mulyani: Peningkatan Impor Energi dan Pertanian dari AS Jadi Fokus Pemerintah Indonesia
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat diwawancarai CNBC International di sela-sela pertemuan IMF di Washington DC, Rabu (24/4/2025). (Dok/Kemenkeu)
Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah Indonesia tengah mengupayakan peningkatan impor sejumlah komoditas strategis dari Amerika Serikat, khususnya minyak, gas alam cair (LNG), dan produk pertanian seperti gandum, kedelai, dan jagung.

Hal ini disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam wawancara eksklusif bersama CNBC International, Rabu.

Menkeu Sri Mulyani menegaskan bahwa hambatan perdagangan dan non-perdagangan menjadi perhatian serius pemerintah. Evaluasi berkelanjutan terhadap berbagai hambatan tarif dan non-tarif terus dilakukan untuk menciptakan iklim perdagangan yang lebih terbuka dan efisien.

"Di sisi tarif, sebagian besar tarif Indonesia sebenarnya sangat rendah, tetapi kami akan selalu mengevaluasi dan melihat apakah ada area yang dapat kami tingkatkan," ujar Sri Mulyani.

Ia juga menyoroti sejumlah hambatan non-tarif yang masih menjadi tantangan, seperti proses administrasi di bea cukai, penilaian pajak, hingga karantina produk pertanian, yang dinilai dapat menghambat kelancaran perdagangan.

Menurut Menkeu, produk pertanian asal Amerika Serikat memiliki kontribusi penting dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia.

"Produk seperti gandum, kedelai, dan jagung merupakan komoditas yang dikonsumsi secara signifikan di Indonesia. Kita mengimpor dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat. Dalam konteks ini, kita ingin mempersempit kesenjangan dan membuka peluang lebih besar bagi AS dalam memasok kebutuhan tersebut," ungkapnya.

Di sektor energi, Sri Mulyani mengakui bahwa meskipun Indonesia adalah produsen minyak dan gas, kapasitas produksi dalam negeri masih belum mencukupi kebutuhan nasional. Untuk itu, impor energi, terutama LNG dari Amerika Serikat, menjadi salah satu solusi.

"Ini adalah area di mana kita bisa memperluas kerja sama, termasuk outsourcing minyak dan gas dari AS, serta membuka peluang untuk produk manufaktur seperti pesawat Boeing dan komoditas lain," tutup Sri Mulyani.

Dengan langkah ini, Pemerintah Indonesia berharap dapat memperkuat hubungan perdagangan bilateral sekaligus memenuhi kebutuhan domestik di sektor energi dan pangan. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Mahasiswa dan Dosen PBSI UNIKA Medan Tanam Pohon, Wujudkan Nilai Kepramukaan dan Kepedulian Lingkungan
Pemerintah Percepat Pengembangan Kendaraan Listrik, Siapkan Pabrik Motor Listrik Nasional
PWI Sumut Laporkan Hotman Paris ke Polda Sumut atas Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan
Presiden Prabowo: Koperasi Desa Merah Putih Jadi Instrumen Strategis Perkuat Ekonomi Desa
Kapolres Samosir Tegaskan Perang terhadap Narkoba, Illegal Logging dan Judi
Pemkab Garut Gandeng UPI Latih 400 Guru Tingkatkan Kompetensi Literasi dan Numerasi
komentar
beritaTerbaru