Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menetapkan hasil penjualan Sukuk Tabungan seri ST014 dengan total perolehan sebesar Rp23.358.388.000.000. Penetapan ini diumumkan pada Senin (21/4/2025), dengan jumlah investor mencapai 84.175 orang.
ST014 terdiri dari dua seri, yaitu ST014T2 (tenor 2 tahun) dengan nilai penjualan Rp19,36 T, dan ST014T4 (tenor 4 tahun) yang merupakan Green Sukuk Ritel dengan nilai penjualan Rp4 T. Kedua seri ini ditawarkan sejak 7 Maret hingga 16 April 2025 menggunakan akad Wakalah, dengan underlying asset berupa Barang Milik Negara (BMN) dan proyek APBN tahun 2025, termasuk proyek-proyek hijau.
Seri ST014 menawarkan imbal hasil mengambang dengan batas minimum (floating with floor), yakni 6,50% per tahun untuk ST014T2 dan 6,60% per tahun untuk ST014T4. Dana yang dihimpun akan digunakan sepenuhnya untuk membiayai kebutuhan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025.
Penjualan ST014 juga mencatat pertumbuhan signifikan dari sisi investor baru. Sebanyak 19.871 investor baru bergabung pada kategori Surat Berharga Negara (SBN) Ritel, dan 27.165 investor baru tercatat khusus pada kategori SBSN Ritel.
Pemerintah menggencarkan edukasi dan sosialisasi baik secara daring maupun luring untuk menarik minat masyarakat berinvestasi di ST014. Kampanye dilakukan melalui media sosial dan berbagai platform informasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap investasi syariah di pasar keuangan.
Penerbitan ST014 menjadi bagian dari strategi pembiayaan pemerintah melalui instrumen SBN Ritel. Upaya ini sekaligus bertujuan memperluas basis investor domestik dan mendorong pergeseran budaya masyarakat dari sekadar menabung menjadi berorientasi investasi.
Khusus ST014T4 yang merupakan Green Sukuk Ritel, menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah dalam mendukung proyek-proyek ramah lingkungan dan penanggulangan perubahan iklim melalui pembiayaan hijau yang tertuang dalam APBN 2025. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar