Selasa, 07 April 2026

Menkeu: Kesehatan Perempuan Kunci Wujudkan Generasi Hebat di Hari Kartini 2025

Rabu, 23 April 2025 12:31 WIB
Menkeu: Kesehatan Perempuan Kunci Wujudkan Generasi Hebat di Hari Kartini 2025
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam talk show virtual “Perempuan Sehat, Generasi Hebat” untuk memperingati Hari Kartini, Selasa (22/4/2025). (Dok/Kemenkeu)
Jakarta (buseronline.com) - Dalam rangka memperingati Hari Kartini 2025, Kementerian Keuangan menggelar talk show virtual dengan tema "Perempuan Sehat, Generasi Hebat" pada Selasa. Acara ini dihadiri oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, sejumlah pejabat Kemenkeu, narasumber ahli, serta ratusan pegawai dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan pentingnya peran perempuan dalam membangun masa depan bangsa. Mengutip pemikiran Raden Ajeng Kartini yang ditulis 125 tahun lalu, Menkeu mengajak perempuan Indonesia untuk terus berkontribusi dalam pembangunan tanpa mengorbankan jati diri mereka sebagai perempuan.

"Perempuan adalah simbol peradaban dan jembatan antar-generasi yang menanamkan nilai-nilai positif untuk anak bangsa," ujar Menkeu.

Menkeu juga mengangkat isu kesehatan dalam peringatan Hari Kartini kali ini. Ia menekankan bahwa perempuan yang sehat, baik fisik maupun mental, adalah fondasi utama dalam menciptakan generasi yang kuat dan berkualitas.

Menurut Menkeu, pemerintah telah dan akan terus berkomitmen untuk meningkatkan layanan kesehatan bagi perempuan, ibu hamil, dan anak-anak.

Sri Mulyani memaparkan sejumlah program pemerintah untuk mendukung kesehatan perempuan. Salah satunya adalah alokasi belanja kesehatan tahun 2024 sebesar Rp194,4 T, yang mencakup pengadaan alat kontrasepsi, obat-obatan, serta pelatihan tenaga kesehatan.

Pemerintah juga mengalokasikan Rp46,4 T untuk Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mencakup 97 juta masyarakat, termasuk perempuan rentan.

Selain itu, Menkeu menjelaskan program Hasil Terbaik Cepat di bidang kesehatan dengan anggaran Rp3,4 T yang mendanai layanan cek kesehatan gratis untuk ibu hamil dan balita, serta program keluarga berencana dan penanganan ibu hamil dengan kekurangan energi kronis.

Menkeu juga menekankan pentingnya mencegah pernikahan dan kehamilan dini serta mengurangi angka stunting untuk memastikan lahirnya generasi masa depan yang sehat dan berdaya saing. "Upaya meningkatkan kualitas perempuan Indonesia adalah bagian dari upaya kita mewujudkan Indonesia Emas 2045," tegas Menkeu.

Acara ini turut menghadirkan narasumber ahli, yaitu Diah Dwi Utami, Plt Direktur Anggaran Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, dr Siti Nadia Tarmizi, Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, dan dr Merry Amelya PS SpOG, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dari Morula IVF dan RS Bunda Jakarta.

Ketiganya membahas topik-topik penting terkait peran perempuan dalam kesehatan, khususnya kesehatan reproduksi, serta dukungan yang diperlukan bagi perempuan dan kelompok rentan.

Talk show ini menjadi wadah diskusi yang memperkaya pemahaman dan menginspirasi peserta untuk terus memperjuangkan kesehatan perempuan sebagai dasar untuk menciptakan generasi masa depan yang lebih baik. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru