Selasa, 07 April 2026

Presiden Prabowo Minta Regulasi TKDN Dibuat Fleksibel dan Realistis

Kamis, 10 April 2025 07:16 WIB
Presiden Prabowo Minta Regulasi TKDN Dibuat Fleksibel dan Realistis
Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Sarasehan Ekonomi yang digelar di Menara Mandiri, Jakarta, Selasa (8/4/2025). (Dok/BPMI Setpres)
Jakarta (buseronline.com) - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajarannya untuk meninjau ulang kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) agar lebih fleksibel dan realistis.

Arahan tersebut disampaikan dalam sesi dialog Sarasehan Ekonomi yang digelar di Menara Mandiri, Jakarta, Selasa.

Menurut Presiden, meskipun semangat TKDN lahir dari nasionalisme, kebijakan tersebut tidak boleh justru menghambat daya saing industri dalam negeri di pasar global.

“TKDN sudahlah niatnya baik, nasionalisme. Saya ini mungkin paling nasionalis. Kalau jantung saya dibuka, mungkin yang keluar Merah Putih,” ujar Presiden Prabowo di hadapan para pelaku industri dan ekonom.

Namun demikian, Presiden menilai penerapan TKDN yang terlalu kaku bisa berdampak negatif terhadap kemampuan bersaing industri nasional. Ia menyarankan agar pendekatan terhadap TKDN lebih lentur, bahkan terbuka untuk diganti dengan mekanisme insentif.

“TKDN dipaksakan, ini akhirnya kita kalah kompetitif. Saya sangat setuju, TKDN fleksibel saja, mungkin diganti dengan insentif,” lanjutnya.

Kepala Negara juga menekankan bahwa penguatan komponen dalam negeri tidak cukup hanya melalui regulasi, tetapi memerlukan pembangunan menyeluruh di sektor pendidikan, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

“Tolong diubah itu, TKDN dibikin yang realistis saja. Masalah kemampuan dalam negeri, konten dalam negeri itu adalah masalah luas. Itu masalah pendidikan, iptek, sains. Nggak bisa kita atasi hanya dengan menaikkan regulasi TKDN,” tegas Presiden.

Instruksi ini ditujukan khusus kepada para menteri dan pejabat terkait agar kebijakan TKDN tidak membebani industri, melainkan mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing nasional secara berkelanjutan. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru