Minggu, 04 Oktober 2026

58 Bulan Beruntun, Neraca Perdagangan Indonesia Tetap Surplus

Sabtu, 22 Maret 2025 11:26 WIB
58 Bulan Beruntun, Neraca Perdagangan Indonesia Tetap Surplus
Aktivitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan sebagai salah satu indikator pertumbuhan ekspor-impor yang mendorong surplus neraca perdagangan Indonesia. (Dok/Kemenkeu)
Jakarta (buseronline.com) - Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus pada Februari 2025, dengan nilai mencapai USD3,12 M. Pencapaian ini memperpanjang tren surplus perdagangan selama 58 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, dalam keterangannya pada Rabu (19/3/2025), mengungkapkan bahwa secara kumulatif, dalam periode Januari – Februari 2025, neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus sebesar USD6,61 M. Angka ini meningkat USD3,78 M dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Ekspor konsisten tumbuh, pada Februari mencapai tingkat 9,16% (yoy). Sektor pertanian dan manufaktur mencatat pertumbuhan tertinggi secara berurutan," ujar Sri Mulyani.

Menkeu menegaskan bahwa tren positif juga tercermin dari sisi impor, yang tetap terjaga dengan fokus utama mendukung industri nasional. Pertumbuhan barang modal dan bahan baku menunjukkan bahwa aktivitas produksi dan investasi tetap kuat, mencerminkan kepercayaan industri terhadap prospek ekonomi ke depan.

Selain neraca perdagangan, indikator lain yang mencerminkan ketahanan ekonomi Indonesia adalah Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia. Pada Februari 2025, PMI manufaktur Indonesia berhasil rebound ke zona ekspansif, mencapai angka 53,6, tertinggi kedua secara global setelah India.

Menurut Sri Mulyani, pertumbuhan manufaktur ini didorong oleh lonjakan permintaan baru, yang mendorong peningkatan produksi dalam negeri.

Menkeu menegaskan bahwa berbagai indikator positif ini menunjukkan kestabilan dan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah tantangan global.

"Ini menjadi modal yang baik untuk terus mendorong pertumbuhan berkelanjutan," kata Sri Mulyani.

Surplus perdagangan yang berkelanjutan ini juga mengindikasikan daya saing ekonomi Indonesia yang semakin kuat, sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi, mendorong investasi, serta meningkatkan ekspor nasional.

Dengan tren positif ini, Indonesia diproyeksikan tetap berada dalam jalur pertumbuhan yang kuat, didukung oleh fundamental ekonomi yang solid dan kebijakan fiskal yang responsif terhadap dinamika global. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Pemkab Taput Salurkan Bantuan Rp267,45 Juta kepada 32 KK Terdampak Bencana
Bupati Taput Buka Tapanuli Highlands Festival 2026, Ikut Renang 1,2 Kilometer di Danau Toba
Pemprov Jateng Percepat Verifikasi 4.230 Gerai Koperasi Merah Putih
Prabowo Angkat 26 Anggota Wantimpres, Pratikno: Kami Berikan Pertimbangan kepada Presiden
Dinkes Medan Waspadai Penyebaran Influenza A, 15 Kasus Tercatat hingga September 2026
Polri Lepas 140 Personel FPU 8 MINUSCA untuk Misi Perdamaian PBB di Afrika Tengah
komentar
beritaTerbaru