Rabu, 17 Juni 2026

Program Makan Bergizi Gratis Disambut Antusias Daerah

Senin, 20 Januari 2025 05:55 WIB
Program Makan Bergizi Gratis Disambut Antusias Daerah
Mendagri Tito Karnavian memberikan keterangan pers terkait program makan bergizi gratis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (17/1/2025).
Jakarta (buseronline.com) - Program makan bergizi gratis yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto mendapatkan sambutan hangat dari pemerintah daerah.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan, antusiasme daerah terhadap program ini sangat tinggi karena dinilai tidak hanya meningkatkan kesehatan anak-anak, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kita tahu bahwa selain untuk meningkatkan kesehatan, program ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah. Hasil pangan masyarakat akan diserap, sehingga tercipta circular economy yang menggerakkan perekonomian lokal,” ujar Mendagri Tito dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.

Menurut Tito, sejumlah pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran melalui APBD untuk mendukung program ini. Dari hasil konsolidasi dengan pemerintah daerah, kontribusi anggaran untuk pelaksanaan program ini diperkirakan mencapai Rp2,3 hingga Rp2,5 T.

“Targetnya sekitar 2.000 hingga 4.000 anak mulai September selama empat bulan. Kabupaten mengalokasikan Rp2,3 T, sedangkan provinsi menyumbang sekitar Rp2,5 T. Ini bukan perintah top-down, melainkan inisiatif dari daerah, terutama yang memiliki PAD kuat,” jelasnya.

Anggaran tersebut akan digunakan untuk membangun fasilitas pemenuhan gizi di sekolah, dengan prioritas pada daerah-daerah yang memiliki angka stunting dan kemiskinan tinggi.

Presiden Prabowo, kata Tito, telah meminta Kementerian Dalam Negeri untuk berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) guna memastikan pelaksanaan program ini berjalan efektif.

“Presiden memerintahkan kami untuk berkoordinasi dengan Kepala BGN. Fokusnya adalah pada daerah-daerah dengan angka stunting dan kemiskinan tinggi yang belum terjangkau program ini,” tambahnya.

Mendagri juga menjelaskan bahwa kontribusi setiap daerah akan disesuaikan dengan kemampuan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Daerah dengan PAD tinggi seperti Kabupaten Badung mampu meng-cover seluruh kebutuhan program ini dari APBD mereka. Sementara itu, daerah dengan PAD rendah akan dibantu oleh Badan Gizi Nasional.

“Misalnya, Kabupaten Badung dengan PAD yang besar mampu mencakup seluruh kebutuhan anak SD dari APBD mereka. Namun, untuk daerah dengan PAD rendah, seperti di Indonesia bagian timur, mereka akan mendapatkan dukungan dari Badan Gizi Nasional,” tutup Tito.

Program makan bergizi gratis ini diharapkan dapat menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kesehatan anak-anak Indonesia sekaligus memperkuat ekonomi lokal. (R3)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Komitmen Indonesia Dukung Palestina
Pendidikan Seni Sejak Dini Dinilai Penting untuk Tumbuh Kembang Anak
Edukasi Kesehatan Mental Santri Diperkuat untuk Cegah Bullying dan Kekerasan
Revitalisasi Sekolah dan Kesejahteraan Guru Jadi Fokus Pemerintah Tingkatkan Mutu Pendidikan
Bandung dan Kotawaringin Timur Jalin Kerja Sama Strategis Tingkatkan PAD dan Digitalisasi Layanan
Bobby Nasution Larang ASN hingga Pegawai BUMD Gunakan Vape
komentar
beritaTerbaru