Sabtu, 11 Juli 2026

Wamenkeu Suahasil: Menyusun Strategi Besar Hadapi Tantangan Ekonomi

Jumat, 22 November 2024 11:20 WIB
Wamenkeu Suahasil: Menyusun Strategi Besar Hadapi Tantangan Ekonomi
Wamenkeu Suahasil Nazara. (Dok/Kemenkeu)
Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia. Hal ini disampaikan dalam Diskusi Pakar yang digelar oleh Fraksi Partai Golkar DPR RI dengan tema "Mencari Cara Ekonomi Tumbuh Tinggi" yang berlangsung pada Selasa (19/11/2024) di Jakarta.

Suahasil menyoroti tiga tantangan utama yang dihadapi Indonesia, yaitu transformasi digital, perubahan iklim, dan demografi.

Ia mengungkapkan bahwa meskipun digitalisasi memberikan efisiensi dan kecepatan, tantangan terbesar adalah bagaimana memastikan manfaat digitalisasi dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Kita harus memastikan manfaat digitalisasi bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat dengan terus menurunkan digital divide," ungkapnya.

Terkait perubahan iklim, Wamenkeu menyarankan bahwa transisi menuju energi terbarukan dapat menjadi peluang ekonomi baru yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Ia menilai proyek-proyek energi terbarukan sebagai investasi yang penting untuk masa depan ekonomi Indonesia.

Dalam hal demografi, Suahasil menyebutkan masalah populasi yang menua sebagai tantangan yang harus diantisipasi sejak dini melalui investasi di sektor kesehatan dan pendidikan.

"Kalau sejak muda kita tidak menjaga kesehatan dan produktivitas, tantangannya akan muncul ketika populasi semakin menua," tegasnya.

Suahasil juga memaparkan dua strategi besar yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Pertama, adalah relokasi sumber daya ke sektor-sektor yang memiliki produktivitas tinggi, seperti manufaktur maju dan jasa canggih. Kedua, peningkatan efisiensi sektor padat karya melalui mekanisasi dan digitalisasi.

“Penting untuk mendorong sektor dengan produktivitas tinggi, seperti jasa keuangan dan manufaktur, sekaligus memastikan sektor padat karya lebih efisien,” jelas Wamenkeu.

Di akhir paparan, Suahasil menekankan peran penting Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai stabilisator ekonomi.

Menurutnya, APBN harus berfungsi sebagai shock absorber yang tidak hanya menjaga stabilitas ekonomi tetapi juga mendukung alokasi dan distribusi yang adil di seluruh Indonesia. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Taput Jadi Pelopor Digitalisasi Bansos, Luhut Tinjau Langsung Program Perlinsos Digital di Siborong-borong
Menkes Targetkan Temukan 37 Ribu Kasus Kusta untuk Percepat Eliminasi Nasional
Pemprov Jateng Pastikan APBD dan Program Pembangunan Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Tas Karakter Bright Gas Viral di Jakarta Fair 2026, Dongkrak UMKM dan Serap Tenaga Kerja
Pendaftaran TKA dan Asesmen Nasional 2026 Dimajukan, Sekolah Diminta Segera Perbarui Data Siswa
Bandung dan Pekanbaru Sepakati Kerja Sama Penguatan Pelayanan Publik dan Peningkatan PAD
komentar
beritaTerbaru