Rabu, 27 Mei 2026

Pertamina Inovasi Empat Teknologi Rendah Karbon Dukung Swasembada Energi

Jumat, 25 Oktober 2024 12:06 WIB
Pertamina Inovasi Empat Teknologi Rendah Karbon Dukung Swasembada Energi
Sustainable Aviation Fuel (SAF), salah satu terobosan Pertamina untuk mendukung swasembada energi. (Dok/Pertamina)
Jakarta (buseronline.com) - PT Pertamina (Persero) mengumumkan komitmennya untuk mendukung kebijakan pemerintah Presiden Prabowo Subianto dalam mencapai swasembada energi dalam 4-5 tahun ke depan. Dalam beberapa kesempatan, Presiden Prabowo telah menegaskan pentingnya swasembada energi sebagai salah satu dari 17 program prioritasnya di bawah visi Asta Cita.

Fadjar Djoko Santoso, Vice President Corporate Communication Pertamina, menyatakan bahwa perusahaan akan terus menjaga ketahanan energi dengan meningkatkan bisnis yang sudah ada serta mengembangkan teknologi rendah karbon yang lebih ramah lingkungan.

Pertamina telah merancang empat terobosan dalam bisnis rendah karbon, yaitu pengembangan biofuel, petrochemical, geothermal, dan carbon capture utilization and storage (CCS/CCUS).

"Terobosan ini akan memperkuat swasembada energi sekaligus berdampak pada penurunan emisi karbon serta diversifikasi portofolio bisnis yang membuka peluang baru di masa depan," ujar Fadjar.

Dalam upaya mengembangkan biofuel, Pertamina telah memproduksi biodiesel B35, serta meluncurkan Pertamax Green dan Sustainable Aviation Fuel (SAF) dengan campuran bahan nabati. Penggunaan B35 pada tahun 2023 berhasil mengurangi emisi CO2 hingga 32,7 juta ton.

Di sektor geothermal, Pertamina saat ini mengelola 15 wilayah kerja panas bumi dengan kapasitas terpasang 672 MW, yang ditargetkan akan meningkat menjadi 1 GW dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Dalam bidang petrochemical, perusahaan menargetkan produksi sebesar 3,2 juta ton pada tahun 2025, meningkat dari 1,9 juta ton per tahun saat ini, dan terbuka untuk menjalin kemitraan dengan berbagai institusi.

Pertamina juga berkontribusi pada pengurangan emisi melalui pengembangan CCS/CCUS, yang berpotensi mengurangi emisi hingga 1,5 juta ton pada tahun 2029. Proyek-proyek yang sudah berjalan meliputi Field Sukowati, Field Jatibarang, dan Field Ramba.

Sebagai bagian dari inisiatifnya, Pertamina melibatkan masyarakat dalam Program "Desa Energi Berdikari," yang telah menjangkau 85 desa di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, realisasi reduksi emisi scope 1 dan 2 Pertamina mencapai 124% dari target 2023, dengan dekarbonisasi sebesar 1,13 juta ton CO2e.

Pertamina juga meraih peringkat pertama dalam ranking Environmental, Social, and Governance (ESG) global pada subsektor Minyak dan Gas Terintegrasi berdasarkan Sustainablytics. Dengan dukungan dari berbagai stakeholder, Pertamina optimis dapat mendukung program swasembada energi dan mencapai target Net Zero Emission (NZE) tahun 2060. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Perang Obor Jepara Kembali Digelar, Ribuan Warga Padati Tegalsambi
PHHB GBKP Setia Budi Medan Kunjungi YKPD Alpha Omega Kabanjahe
RSUD Tidar Magelang Peringati HUT ke-94, Perkuat Komitmen Pelayanan Kesehatan
Pentas Pelajar 2026 Jadi Ajang Kreativitas dan Persahabatan Pelajar Indonesia
Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Ada Titip-Menitip dalam Penerimaan Siswa Sekolah Maung
Pemprov Jateng Dorong Kajian Obligasi Daerah untuk Pembiayaan Pembangunan
komentar
beritaTerbaru