Selasa, 22 September 2026

Wamentan Sudaryono Ajak Belgia Investasi Pertanian Indonesia

Senin, 23 September 2024 10:11 WIB
Wamentan Sudaryono Ajak Belgia Investasi Pertanian Indonesia
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengajak pengusaha Belgia berinvestasi di sektor pertanian Indonesia, Brussel, Sabtu (14/9/2024). (Dok/Kementan)
Brussel (buseronline.com) - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengajak pengusaha Eropa, khususnya dari Belgia, untuk berinvestasi dalam pengembangan sektor pertanian Indonesia. Ajakan ini disampaikan dalam rangka mendukung program makan bergizi gratis bagi anak usia sekolah dasar yang akan diluncurkan oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Dalam pertemuan di Brussel, Sudaryono menekankan pentingnya kolaborasi dengan pelaku usaha Belgia untuk menggali peluang investasi di komoditas daging, susu, dan sayuran. “Kita berkomitmen untuk mendukung program makan bergizi yang akan menjadi langkah signifikan menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya Sabtu.

Menurut Sudaryono, program pemberian makan bergizi kepada siswa merupakan langkah strategis untuk memastikan generasi masa depan memiliki kecerdasan yang baik. Ia percaya, dengan dukungan investasi dari luar negeri, Indonesia dapat menjadi negara mandiri dan berdaulat.

Wamentan juga membahas potensi hilirisasi komoditas unggulan seperti kopi, karet, dan kakao, yang memiliki peminat di Eropa. “Dengan potensi besar ini, kami yakin jaringan pasar Indonesia dapat terus diperluas di tingkat internasional,” tambahnya.

Kehadiran pengusaha Belgia dalam forum tersebut menunjukkan minat mereka terhadap peluang investasi di sektor pertanian Indonesia. Mereka melihat Indonesia sebagai pasar yang menjanjikan dengan sumber daya alam yang melimpah dan kebijakan pemerintah yang mendukung investasi asing.

Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono juga menekankan pentingnya menciptakan petani milenial dan eksportir muda untuk meningkatkan hasil pertanian nasional. Ia meminta dukungan Kedutaan Besar RI untuk membantu memperluas akses pasar bagi produk pertanian Indonesia di luar negeri.

“Dengan mempromosikan pengusaha lokal, kita dapat mendukung ekspor komoditas pertanian dan membantu diaspora yang membuka bisnis di luar negeri,” pungkasnya. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
APBN hingga Agustus 2026 Tetap Kuat, Defisit Rp240,1 Triliun
KPK Ajak Generasi Muda Jadikan Integritas sebagai Kebiasaan
Airin Rico Waas Resmikan Gallery Torose, Dorong Uis Karo Go International
KPK Petakan 12 Risiko Korupsi di Perguruan Tinggi
Kemendikdasmen Perluas Akses Pelatihan Guru di Tengah Perkembangan AI
Sumut Targetkan Vaksinasi 15.000 Hewan Pembawa Rabies, Bidik Rekor MURI
komentar
beritaTerbaru