Kamis, 05 November 2026

Dekranasda Pacu UMKM Tapanuli Utara Naik Kelas, Produk Lokal Siap Tembus Pasar Ekspor

Selasa, 03 November 2026 23:17 WIB
Dekranasda Pacu UMKM Tapanuli Utara Naik Kelas, Produk Lokal Siap Tembus Pasar Ekspor
Ketua Dekranasda Taput Neny Angelina br Purba, Kadis Koperindag Agus Sinaga dan peserta pelatihan UMKM Naik Kelas yang diselenggarakan di Muara, Selasa (3/11/2026).

Muara (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus berupaya meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penguatan kualitas produk, kemasan, branding, serta pemasaran digital.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan UMKM Tapanuli Utara Naik Kelas Tahun 2026 bertema "Branding Kuat, Digital Hebat, Produk Lokal Menuju Go Export" yang diselenggarakan Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tapanuli Utara.

Kegiatan yang berlangsung pada 2-4 November 2026 di Hotel Grand Libra Beach 2, Muara, tersebut dihadiri Ketua Dekranasda Tapanuli Utara, Ny Neny Angelina JTP Hutabarat, Selasa (3/11/2026).

Dalam sambutannya, Neny mengungkapkan, Tapanuli Utara memiliki sekitar 29.313 pelaku UMKM yang tersebar di 15 kecamatan. Potensi produk unggulan daerah pun sangat beragam, mulai dari kopi Arabika Sigarar Utang, Kopi Lintong, ulos, kacang Sihobuk, gitar Sipoholon, sambal andaliman, kerajinan bambu, pandai besi Sitampurung hingga kerajinan rotan.

Menurutnya, potensi tersebut harus didukung dengan peningkatan kualitas produk, penguatan identitas merek, kemasan yang menarik, pemasaran digital, legalitas usaha, serta akses permodalan.

"Pelaku UMKM harus mampu meningkatkan kualitas dan nilai tambah produknya agar semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional," demikian semangat yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Neny juga menekankan pentingnya pengembangan kerajinan lokal sebagai bagian dari pelestarian budaya sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat.

Salah satu produk unggulan yang mendapat perhatian adalah ulos. Warisan budaya Batak tersebut menjadi sumber penghidupan bagi sekitar 6.339 penenun di Tapanuli Utara.

Untuk itu, para penenun didorong berkolaborasi dengan Dekranasda dan para Local Champion melalui pelatihan dan pembinaan guna meningkatkan kualitas, keunikan, serta nilai jual hasil tenun.

Pengembangan kerajinan rotan juga memperlihatkan kemajuan. Dari yang awalnya hanya satu pengrajin, kini telah berkembang menjadi 20 orang penganyam yang mengikuti pelatihan dan mulai menghasilkan produk kerajinan.

Sepanjang 2026, Dekranasda telah mendorong pengembangan 150 produk unggulan serta memberikan pembinaan kepada sekitar 150 penenun.

Pendampingan turut dilakukan melalui empat Local Champion, yakni Dame Ulos, Soho Ulos, Rumah Ulos, dan Vera Galery Ulos.

Produk-produk unggulan tersebut telah dipromosikan melalui berbagai pameran nasional, termasuk Karya Kreatif Indonesia (KKI) yang diselenggarakan Bank Indonesia. Produk dan karya daerah Tapanuli Utara juga mendapat kesempatan tampil dalam ajang Indonesia Fashion Week dan kegiatan Wastra tingkat nasional.

Sementara itu, pelatihan UMKM yang berlangsung selama tiga hari tersebut menerapkan metode pembelajaran dengan komposisi 30 persen teori dan 70 persen praktik.

Materi pelatihan meliputi penguatan branding, Business Model Canvas, desain kemasan, pemasaran digital, Google Business Profile, pembuatan konten dan video promosi, legalitas usaha, sertifikasi, pendaftaran merek, standar ekspor hingga business pitch.

Adapun pemateri dalam kegiatan tersebut adalah Rico Poltak Tuahot Hutasoit, Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai dan Dukungan Teknis Cabang Sibolga, serta Sugianto ST MKom dari SAE Ecademy Medan.

Turut hadir Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tapanuli Utara Agus Sinaga, pengurus Dekranasda, serta para peserta pelatihan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelaku UMKM semakin mampu mengembangkan usaha, memanfaatkan teknologi digital, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas jangkauan pemasaran.

Dengan penguatan kapasitas tersebut, produk unggulan Tapanuli Utara diharapkan tidak hanya mampu bersaing di pasar nasional, tetapi juga menembus pasar internasional dan menjadi kebanggaan daerah. (Galung)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
848 Wajib Pajak Manfaatkan Program Bebas Denda PBB-P2, Pemkab Toba Kumpulkan Rp432,8 Juta
Bupati Taput Apresiasi 65 Tahun Bank Sumut, Dorong Kemudahan Akses KUR bagi UMKM
Bupati Taput Tinjau Sejumlah Proyek Infrastruktur di Tarutung, Pastikan Kualitas Pembangunan
Bupati Taput Tinjau Rekonstruksi Jalan Seminarium-Rura Julu di Sipoholon
Wabup Toba Tinjau Pantai Pasir Putih Parparean, Soroti Kerusakan Jalan Akibat Mobilisasi Alat Berat
Wabup Taput Minta OPD Percepat Serapan Anggaran dan Optimalisasi Realisasi TKD
komentar
beritaTerbaru