Sabtu, 31 Oktober 2026

Pameran Tanaman Endemik Toba, Pemkab Dorong Pelestarian dan Pengembangan UMKM

Sabtu, 31 Oktober 2026 20:11 WIB
Pameran Tanaman Endemik Toba, Pemkab Dorong Pelestarian dan Pengembangan UMKM
Ketua Umum Yayasan Peduli Danau Toba Maruap Siahaan dan rekan saat menanam tanaman endemik jenis kemenyan di Taman Gurgur, Sabtu (31/10/2026).

Balige (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba terus mendorong pelestarian tanaman endemik sekaligus pengembangan ekonomi kreatif masyarakat melalui Pameran Tanaman Endemik Toba yang digelar di Taman Gurgur, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba, Sabtu (31/10/2026).

Pameran tersebut menghadirkan berbagai produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memanfaatkan tanaman endemik Toba sebagai bahan baku utama, seperti andaliman, kemenyan, mobe, antarasa, dan sejumlah tanaman lokal lainnya.

Berbagai produk olahan yang ditampilkan menunjukkan bahwa kekayaan tanaman lokal memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Toba yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Toba, Jonni D.P. Lubis.

Dalam sambutannya, Jonni Lubis berharap pameran ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian tanaman endemik serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"Harapan kita, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk melestarikan tanaman endemik di Kabupaten Toba serta meningkatkan perekonomian masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Peduli Danau Toba (YPDT), Maruap Siahaan, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil langkah nyata dalam menjaga keberadaan tanaman endemik Toba.

Ia menilai, tanaman lokal tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga menyimpan peluang ekonomi yang dapat dikembangkan melalui inovasi dan kreativitas masyarakat.

Menurutnya, berbagai tanaman endemik tersebut berpotensi diolah menjadi produk bernilai tinggi, seperti parfum, produk perawatan kulit (skincare), serta berbagai produk turunan lainnya.

"Pelestarian tanaman endemik Toba harus kita mulai dari sekarang. Tanaman-tanaman ini memiliki potensi yang luar biasa untuk diolah menjadi produk bernilai tinggi, seperti parfum, produk perawatan kulit (skincare), dan berbagai produk lainnya. Karena itu, kita perlu menjaga kelestariannya sekaligus mengembangkan potensi ekonominya," ungkap Maruap.

Pameran ini diharapkan menjadi wadah promosi bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk berbasis potensi lokal, sekaligus membangun kesadaran bersama bahwa pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Pembangunan, Keuangan, Aset, dan SDA Darwin Sianipar; Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Toba Sofian Sitorus; Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Toba Porman Nainggolan; Camat Tampahan Ramli Marpaung; panitia YPDT; serta seluruh peserta pameran. (Galung)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Parade Ulos Meriahkan Hari Ulos 2026, Bupati Taput Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Batak
Wabup Taput Buka Festival Ulos dan Fashion 2026, Perkuat Pelestarian Budaya Batak
Pemkab Toba Wacanakan Pelepasan Lahan Eks PTPN IV Sibosur untuk Kesejahteraan Masyarakat
Bupati Taput Salurkan Bantuan PSSE Rp434,93 Juta kepada 87 Keluarga
Wabup Tapanuli Utara Buka Pelatihan Wirausaha Pengolahan Pupuk Organik di Pahae Jae
Pemerintah Tingkatkan Program Bedah Rumah Menjadi 400 Ribu Unit pada 2026
komentar
beritaTerbaru