Minggu, 25 Oktober 2026

Surplus Beras Sumut Capai 27.633 Ton, Pemprov Kembangkan Kawasan Pertanian Terpadu

Minggu, 25 Oktober 2026 13:25 WIB
Surplus Beras Sumut Capai 27.633 Ton, Pemprov Kembangkan Kawasan Pertanian Terpadu
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut, Fariz Haholongan Hutagalung dalam temu pers yang diselenggarakan Dinas Kominfo Sumut di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Jumat (23/10/2026).

Medan (buseronline.com) - Neraca beras Sumatera Utara (Sumut) pada Oktober 2026 mencatat surplus sebesar 27.633 ton. Produksi beras yang mencapai 144.066 ton melampaui kebutuhan masyarakat sebesar 116.433 ton. Capaian ini menjadi salah satu indikator positif dalam upaya memperkuat ketahanan pangan di daerah.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui pengembangan kawasan pertanian unggulan yang terintegrasi, mulai dari komoditas pangan, hortikultura, peternakan hingga pengolahan hasil perkebunan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut, Fariz Haholongan Hutagalung, menyampaikan hal tersebut dalam temu pers yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, pada 23 Oktober 2026.

"Kebutuhan beras Oktober sebesar 116.433 ton. Produksi beras sekitar 144.066 ton," kata Fariz.

Selain beras, sejumlah komoditas pangan lainnya juga mencatatkan produksi yang cukup tinggi. Produksi cabai merah mencapai 14.213 ton dengan kebutuhan 9.855 ton, sedangkan cabai rawit mencapai 7.594 ton dengan kebutuhan 3.712 ton.

Untuk bawang merah, produksi mencapai 5.021 ton dalam bentuk umbi basah atau setara 3.306 ton dalam kondisi kering. Sementara itu, kebutuhan bawang merah Sumut tercatat sebesar 5.353 ton.

Di sektor peternakan, produksi daging sapi mencapai 1.773 ton dengan kebutuhan 891 ton. Produksi daging ayam ras tercatat sebanyak 20.383 ton, sedangkan kebutuhannya 16.037 ton. Adapun produksi telur ayam ras mencapai 53.810 ton dengan kebutuhan 20.491 ton.

Fariz mengatakan, untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian, Pemprov Sumut melakukan intervensi melalui Program Strategis Daerah (PSD). Program ini diwujudkan dengan membangun kawasan pertanian terpadu untuk komoditas padi, jagung, cabai merah, bawang merah, sapi potong, serta rumah produksi kelapa dan kopi.

Pengembangan kawasan dilakukan dalam satu hamparan yang dikelola oleh satu kelompok tani. Setiap kawasan mendapatkan paket bantuan secara menyeluruh dan didukung kemitraan dengan badan usaha milik daerah (BUMD) sebagai pembeli hasil produksi atau offtaker.

Pada komoditas padi, terdapat 10 kawasan dengan total luas 300 hektare. Dari luasan tersebut, panen telah dilakukan di 44,5 hektare dengan hasil produksi mencapai 327,95 ton.

Sementara itu, kawasan jagung mencakup 13 kawasan dengan luas total 260 hektare. Panen telah berlangsung di lahan seluas 43 hektare dengan produksi mencapai 345,6 ton.

Untuk komoditas cabai merah, pemerintah mengembangkan 15 kawasan dengan luas 60 hektare. Enam kawasan dengan luas 24 hektare telah panen dan menghasilkan 264 ton.

Adapun kawasan bawang merah terdiri atas 16 kawasan dengan luas total 48 hektare. Sebanyak enam kawasan seluas 18 hektare telah panen dengan produksi mencapai 299,4 ton.

"Kawasan cabai merah terdiri dari 15 kawasan seluas 60 hektare. Enam kawasan seluas 24 hektare sudah panen dengan produksi 264 ton, kawasan bawang merah terdiri dari 16 kawasan seluas 48 hektare. Enam kawasan seluas 18 hektare sudah panen dengan produksi 299,4 ton," papar Fariz.

Pengembangan juga dilakukan pada sektor peternakan. Empat kawasan sapi potong yang berada di Kabupaten Simalungun, Serdangbedagai, Asahan, dan Batubara saat ini masih dalam tahap konstruksi. Pembangunannya ditargetkan selesai pada minggu pertama Desember 2026.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
CKG Sumut Capai 32,81 Persen, Target 46 Persen hingga Akhir 2026
Bobby Nasution Luncurkan Teras Pelajar Sumut Berkah, Siapkan Fasilitas Pengembangan Bakat Siswa
Prof Muryanto Amin Pimpin ICMI Sumut Periode 2026-2031, Arif Satria Tekankan Kontribusi Cendekiawan
Pemprov Sumut Ajak ASN Bijak Berinvestasi dan Kelola Keuangan untuk Masa Depan
Wagub Sumut Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Kreativitas dan Inovasi
Pemprov Sumut Berikan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan kepada 21.119 Pekerja Rentan
komentar
beritaTerbaru