Senin, 19 Oktober 2026

Pj Sekdaprov Sumut Ajak UMKM Manfaatkan Digitalisasi untuk Naik Kelas

Minggu, 18 Oktober 2026 07:55 WIB
Pj Sekdaprov Sumut Ajak UMKM Manfaatkan Digitalisasi untuk Naik Kelas
Pj Sekda Sumut Timur Tumanggor foto bersama dengan lainnya saat membuka Pelatihan PKU Akbar PNM Cabang Medan di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat (16/10/2026).

Medan (buseronline.com) - Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Pj Sekda Sumut) Timur Tumanggor mengajak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan digitalisasi untuk memperluas pasar, meningkatkan efisiensi, serta mengembangkan usaha agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Ajakan tersebut disampaikan Timur saat membuka Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) AKBAR Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Medan di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, pada 16 Oktober 2026.

Timur mengatakan, pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu peluang besar bagi UMKM untuk meningkatkan daya saing. Pelaku usaha dapat menggunakan media sosial, lokapasar (marketplace), pembayaran digital, serta aplikasi pencatatan keuangan untuk mengembangkan bisnis secara lebih efektif dan profesional.

"Melalui media sosial, lokapasar atau marketplace, pembayaran digital, serta pencatatan keuangan berbasis teknologi, pelaku UMKM dapat memperluas jangkauan pemasaran, menjangkau konsumen baru, meningkatkan efisiensi, dan mengelola usaha secara lebih profesional," ujarnya.

Ia menjelaskan, UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian Sumut. Saat ini, jumlah UMKM di Sumut tercatat sekitar 1,48 juta unit usaha dengan penyerapan tenaga kerja lebih dari 2,18 juta orang.

Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa UMKM menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat, sumber penghidupan jutaan keluarga, sekaligus penggerak penciptaan lapangan kerja.

UMKM di Sumut berkembang di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, kuliner, industri pengolahan, jasa, hingga pengangkutan dan pergudangan. Sebagian usaha bahkan berawal dari skala rumahan dan dijalankan dengan berbagai keterbatasan.

Meski demikian, Timur menilai pelaku UMKM memiliki semangat dan potensi besar untuk terus berkembang. Karena itu, pemanfaatan teknologi perlu diiringi dengan peningkatan kualitas produk dan pelayanan.

Ia menekankan pentingnya menjaga mutu produk secara konsisten, menghadirkan kemasan yang menarik, memberikan informasi yang jelas, memenuhi ketentuan legalitas, serta meningkatkan pelayanan untuk membangun kepercayaan konsumen.

"Dengan demikian, produk UMKM Sumut tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional," katanya.

Timur juga menyoroti pentingnya peningkatan literasi dan kapasitas usaha bagi pelaku UMKM. Menurutnya, tema kegiatan "Dari Literasi Menuju Aksi, Dari Usaha Menuju Naik Kelas" menjadi pengingat bahwa pengetahuan harus diwujudkan melalui langkah nyata dalam pengelolaan usaha.

Ia berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kepercayaan diri pelaku UMKM, mendorong inovasi, serta membangun kemampuan beradaptasi terhadap perubahan pasar dan perkembangan teknologi.

"Dari literasi lahir aksi, dari pendampingan tumbuh kemandirian, dan dari usaha yang dikelola dengan baik lahir UMKM yang mampu naik kelas serta menjadi kekuatan ekonomi Sumut," ujarnya.

Sementara itu, Pemimpin PNM Cabang Medan, Muhammad Wazir, mengatakan bahwa pihaknya terus memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM melalui berbagai pelatihan, bimbingan, dan kegiatan studi banding ke sejumlah daerah.

Menurut Wazir, pengembangan usaha tidak hanya membutuhkan modal finansial, tetapi juga pengetahuan dan kemampuan mengelola pembiayaan secara tepat guna. Dalam kegiatan PKU AKBAR tersebut, sekitar 150 pelaku UMKM mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kapasitas usaha mereka.

Selain dukungan finansial, Wazir menilai modal sosial berupa jaringan dan komunitas usaha juga berperan penting dalam mendorong pertumbuhan UMKM. Untuk itu, PNM berupaya memperluas akses pelaku usaha terhadap jaringan bisnis dan sentra-sentra UMKM melalui kegiatan studi banding.

PNM juga berupaya membuka akses pemasaran yang lebih luas bagi pelaku UMKM, termasuk peluang menembus pasar ekspor.

"Hingga kini sudah 1.466 kegiatan pelatihan untuk 33.100 nasabah PNM. Pemerintah, lembaga pembiayaan, dunia usaha, dan masyarakat harus berjalan bersama, sehingga UMKM memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk berkembang, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga," pungkasnya.

Melalui penguatan literasi, pendampingan, akses pembiayaan, dan pemanfaatan teknologi digital, UMKM di Sumut diharapkan semakin berkembang, memiliki daya saing yang kuat, serta mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah. (P3)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
30 UMKM Binaan Pertamina Ikuti Trade Expo Indonesia 2026, Potensi Transaksi Tembus Rp3,28 Miliar
Pemkab Taput Sambut Rakernas V MPK Indonesia di Salib Kasih, Perkuat Wisata Rohani dan Pendidikan Kristen
MFCF 2026 Angkat Ulos ke Panggung Fesyen Modern, Dekranasda Medan Dorong UMKM Perluas Pasar
Pemprov Sumut Perkuat Akses Hukum hingga Desa, 713 dari 800 Kasus Berhasil Diselesaikan
Bobby Nasution Dorong Jalur Laut dan Subsidi Logistik untuk Tingkatkan Ekspor UMKM Sumut ke Malaysia
72 UMKM Jawa Tengah Ramaikan Inacraft, Bidik Pasar Internasional
komentar
beritaTerbaru