Jakarta (buseronline.com) - Menteri Keuangan (Menkeu) RI Suahasil Nazara menegaskan bahwa kawasan ASEAN memiliki potensi besar menjadi titik cerah (bright spot) perekonomian dunia.
Dilansir dari laman Kemkeu, potensi tersebut didukung oleh kebijakan pembangunan yang sehat, kebijakan publik yang kredibel, serta pengelolaan anggaran yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan melindungi masyarakat.
Hal itu disampaikan Suahasil dalam pertemuan Menteri Keuangan ASEAN dengan Presiden World Bank Group, Ajay Banga, di Bangkok, Thailand, pada 13 Oktober 2026.
Suahasil mengatakan, negara-negara
ASEAN memiliki fondasi yang cukup kuat untuk menghadapi dinamika perekonomian global, terutama melalui penerapan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan dan pengelolaan keuangan negara yang bertanggung jawab.
"Saya meyakini bahwa ASEAN saat ini adalah bright spot dunia. Sebagai kawasan, kami tahu bahwa kawasan kami dalam kondisi baik. Saya yakin ini karena kami memiliki kebijakan pembangunan yang sehat dan kebijakan publik yang kredibel," ujarnya.
Ia menjelaskan, Indonesia menempatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai instrumen penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, melindungi masyarakat, sekaligus menjaga kredibilitas kebijakan fiskal.
Menurutnya, Indonesia memiliki sejumlah potensi yang dapat dimanfaatkan untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi. Salah satunya adalah kekayaan sumber daya alam yang perlu dioptimalkan melalui hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah dan memperkuat perekonomian nasional.
Selain itu, mobilisasi pendanaan swasta menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Keterlibatan sektor swasta diharapkan dapat memperkuat pembiayaan pembangunan dan membuka sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Dari sisi demografi, besarnya proporsi penduduk usia muda serta peningkatan tingkat pendapatan masyarakat juga menjadi peluang bagi Indonesia dan kawasan ASEAN. Kondisi tersebut dapat mendukung aktivitas ekonomi sekaligus memperkuat daya saing kawasan di tingkat global.
Suahasil turut menyoroti pentingnya memperkenalkan capaian pembangunan
ASEAN kepada dunia internasional. Ia menilai, pengalaman pembangunan selama 50 hingga 60 tahun terakhir menyimpan banyak pelajaran dan keberhasilan yang perlu diketahui masyarakat internasional.
"Belajar dari dunia adalah satu hal, tetapi menceritakan kisah
ASEAN, kisah Indonesia, kepada dunia adalah hal lain. Kita memiliki banyak cerita untuk disampaikan. Saya yakin, jika kita satukan kisah
ASEAN selama 50 hingga 60 tahun terakhir, itu adalah kisah sukses yang layak didengar dunia," tegasnya.
Lebih lanjut, kredibilitas kebijakan publik dan pengelolaan anggaran menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan terhadap perekonomian. Bagi Indonesia, APBN tidak hanya berfungsi sebagai sumber pembiayaan pembangunan, tetapi juga sebagai instrumen untuk mendorong pertumbuhan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat.
Melalui pengelolaan APBN yang kredibel, optimalisasi sumber daya alam, penguatan hilirisasi, serta peningkatan peran pendanaan swasta, Indonesia terus berupaya memanfaatkan potensi domestik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Langkah tersebut diharapkan turut memperkuat ketahanan ekonomi kawasan dan meningkatkan peran ASEAN dalam menghadapi berbagai tantangan perekonomian global. (R)
beritaTerkait
komentar