Suahasil turut menyoroti pentingnya memperkenalkan capaian pembangunan
ASEAN kepada dunia internasional. Ia menilai, pengalaman pembangunan selama 50 hingga 60 tahun terakhir menyimpan banyak pelajaran dan keberhasilan yang perlu diketahui masyarakat internasional.
"Belajar dari dunia adalah satu hal, tetapi menceritakan kisah
ASEAN, kisah Indonesia, kepada dunia adalah hal lain. Kita memiliki banyak cerita untuk disampaikan. Saya yakin, jika kita satukan kisah
ASEAN selama 50 hingga 60 tahun terakhir, itu adalah kisah sukses yang layak didengar dunia," tegasnya.
Lebih lanjut, kredibilitas kebijakan publik dan pengelolaan anggaran menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan terhadap perekonomian. Bagi Indonesia, APBN tidak hanya berfungsi sebagai sumber pembiayaan pembangunan, tetapi juga sebagai instrumen untuk mendorong pertumbuhan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat.
Melalui pengelolaan APBN yang kredibel, optimalisasi sumber daya alam, penguatan hilirisasi, serta peningkatan peran pendanaan swasta, Indonesia terus berupaya memanfaatkan potensi domestik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Langkah tersebut diharapkan turut memperkuat ketahanan ekonomi kawasan dan meningkatkan peran ASEAN dalam menghadapi berbagai tantangan perekonomian global. (R)
beritaTerkait
komentar