Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) memperkuat kolaborasi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan dalam mengawasi keamanan produk pangan olahan yang dihasilkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan produk pangan yang beredar aman dan bermutu, sekaligus mendorong peningkatan daya saing produk
UMKM Sumut di pasar nasional maupun internasional.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Timur Tumanggor menyampaikan hal tersebut saat menerima audiensi Kepala BBPOM Medan Mojaza Sirait bersama jajaran di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, pada 6 Oktober 2026.
Timur mengatakan,
Pemprov Sumut memberikan perhatian serius terhadap pengembangan
UMKM. Salah satu bentuk dukungan tersebut yakni penyediaan hingga 10.000 sertifikat halal gratis bagi pelaku
UMKM di Sumut.
Ia juga menyambut baik usulan BBPOM Medan terkait pembangunan fasilitas produksi bersama yang disediakan pemerintah dan dapat dimanfaatkan pelaku UMKM.
"Kita berharap dengan melakukan pengawasan bersama seluruh stakeholder maka bukan hanya kuantitas, tetapi juga kualitas produksi
UMKM di Sumut juga naik kelas," ujar Timur.
Menurutnya, pengawasan terpadu penting dilakukan untuk melindungi kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing produk pangan nasional, khususnya produk olahan UMKM yang memiliki potensi untuk menembus pasar ekspor.
Sementara itu, Kepala B
BPOM Medan Mojaza Sirait mengatakan, terdapat sejumlah sektor yang membutuhkan penguatan kolaborasi dengan
Pemprov Sumut.
Di antaranya pengawasan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih agar memenuhi ketentuan keamanan pangan. BBPOM Medan juga terus melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap produk pangan olahan UMKM.
Dalam pelaksanaannya, B
BPOM berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Perindag dan ESDM) Sumut, termasuk dalam pengawasan produk yang akan diekspor.
Mojaza menjelaskan, pengawasan produk pangan untuk pasar ekspor menjadi perhatian penting karena setiap negara memiliki standar keamanan pangan masing-masing.
beritaTerkait
komentar