Jumat, 02 Oktober 2026

Pemprov Jabar Dorong Rebana Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Baru

Jumat, 02 Oktober 2026 17:40 WIB
Pemprov Jabar Dorong Rebana Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Baru
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman dalam JCC Meeting terkait kerja sama JICA di kawasan Rebana, di Ruang Graha Sawala, Gedung Ali Wardhana, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mendorong kawasan Rebana Metropolitan menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat.

Dilansir dari laman Jabarprov, kawasan tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat perekonomian daerah sekaligus mendukung target Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, Rebana memiliki posisi strategis karena masih menyediakan ruang yang luas untuk pengembangan ekonomi.

Hal itu disampaikannya dalam JCC Meeting terkait kerja sama Japan International Cooperation Agency (JICA) di kawasan Rebana, di Ruang Graha Sawala, Gedung Ali Wardhana, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, pada 29 September 2026.

Menurut Herman, Rebana memiliki sejumlah modal penting untuk dikembangkan menjadi kawasan ekonomi yang produktif. Di antaranya kawasan industri, infrastruktur transportasi, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, pelabuhan, sektor pertanian, pariwisata, serta potensi investasi yang masih terbuka lebar.

"Kalau ingin mewujudkan Jawa Barat istimewa menuju Indonesia maju, salah satu kuncinya adalah bagaimana kita mengembangkan Rebana. Kawasan ini sangat potensial dan masih memiliki ruang yang luas untuk dikembangkan," ujar Herman.

Ia menegaskan, pengembangan Rebana membutuhkan perencanaan dan pelaksanaan yang terintegrasi. Masterplan yang disusun bersama JICA, kata Herman, tidak boleh hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi harus diwujudkan dalam program nyata di lapangan.

"Masterplan jangan hanya bagus di atas kertas. Kita perlu membedahnya bersama, memberikan feedback, memastikan cocok dengan kondisi di lapangan, kemudian kita eksekusi bersama," katanya.

Herman juga menekankan pentingnya keterlibatan tujuh kabupaten/kota yang masuk dalam kawasan Rebana. Pemerintah daerah dinilai memiliki peran utama dalam memastikan pengembangan kawasan sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing wilayah.

Sementara pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, lanjutnya, perlu memperkuat dukungan melalui fasilitasi dan sinkronisasi kebijakan.

Ia meminta pemerintah daerah di kawasan Rebana aktif memberikan masukan terhadap rancangan pengembangan yang tengah disiapkan bersama JICA. Penyempurnaan diperlukan agar konsep yang dihasilkan benar-benar menjadi pijakan pembangunan bersama.

"Ini bukan hanya menyangkut kepentingan pemerintah hari ini, tetapi menyangkut nasib anak cucu kita. Kalau lima tahun ke depan kita salah langkah, dampaknya panjang. Kalau tepat, kita bisa membangun fondasi yang kuat untuk masa depan," tutur Herman.

Herman mengatakan pembangunan Rebana tidak cukup hanya mengandalkan investasi. Strategi pembangunan juga harus memperhatikan empat komponen utama pertumbuhan ekonomi, yakni belanja pemerintah, konsumsi masyarakat, investasi, dan ekspor.

Belanja pemerintah di kawasan tersebut perlu diarahkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat.

Di sisi lain, daya beli masyarakat harus tetap dijaga melalui pengendalian inflasi dan ketersediaan pasokan kebutuhan pokok.

"Kalau inflasi terkendali, daya beli masyarakat terjaga. Kalau daya beli terjaga, konsumsi masyarakat bisa bertumbuh. Ini penting karena konsumsi memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian," jelasnya.

Dari sisi investasi, sejumlah kawasan industri di Rebana disebut telah menunjukkan perkembangan signifikan. Herman berharap pertumbuhan investasi tersebut dapat terus dikawal sehingga mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia mengingatkan agar pertumbuhan ekonomi di Rebana tidak menimbulkan kesenjangan dengan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan industri.

"Rebana harus inklusif. Pertumbuhan ekonominya harus diikuti penurunan kemiskinan dan pengangguran. Jangan sampai terjadi pertumbuhan ekonomi, tetapi masyarakat di sekitar kawasan industri tidak ikut menikmati manfaatnya," tegas Herman.

Selain investasi dan industri, Herman menyoroti sejumlah pekerjaan rumah dalam pengembangan Rebana, mulai dari pengelolaan sampah, kualitas infrastruktur, konektivitas antardaerah, hingga optimalisasi BIJB Kertajati.

Menurutnya, keberadaan BIJB Kertajati menjadi salah satu simpul penting dalam membangun ekosistem ekonomi Rebana. Selain penerbangan komersial, kawasan bandara juga diarahkan untuk mendukung aktivitas industri, termasuk sektor Maintenance, Repair and Overhaul (MRO).

"Bandara dan pelabuhan sudah tersedia. Infrastruktur mulai terbangun. Tinggal bagaimana seluruh simpul ini kita integrasikan sehingga benar-benar menjadi ekosistem ekonomi yang produktif," ujarnya.

Herman juga mendorong peningkatan kualitas infrastruktur, terutama akses menuju kawasan industri dan pusat-pusat pertumbuhan baru. Infrastruktur yang memadai dinilai penting untuk memberikan kepastian bagi investor sekaligus meningkatkan mobilitas masyarakat.

Dalam kerja sama dengan JICA, ia berharap pengalaman dan keahlian Jepang dapat membantu Jawa Barat membangun model pengembangan Rebana yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan dan pemerataan manfaat pembangunan.

Herman menegaskan, keberhasilan pengembangan Rebana membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah pusat, Pemprov Jawa Barat, tujuh pemerintah daerah, dunia usaha, dan mitra internasional perlu bergerak dalam satu visi dan orkestrasi pembangunan. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Mendikdasmen Tinjau Revitalisasi SDN 1 Kedungjaya Cirebon
Pemprov Jabar dan OJK Dorong Peternak Ayam Petelur Naik Kelas Lewat Program EGG
Kompolnas Dorong Polri Bongkar Jaringan Sindikat Narkotika
Jabar Uji Sistem Rujukan Baru, Pasien Bisa Langsung ke RS Sesuai Penyakit
Kota Bandung Juara Umum Pentas PAI SMP Jawa Barat 2026, Borong Lima Juara Pertama
MBG Harus Bergizi dan Aman, Pengawasan Pangan Jadi Perhatian
komentar
beritaTerbaru