Jumat, 09 Oktober 2026

Misi Dagang Jatim-Sumut Catat Transaksi Rp2,5 Triliun

Rabu, 30 September 2026 16:40 WIB
Misi Dagang Jatim-Sumut Catat Transaksi Rp2,5 Triliun
Misi Dagang dan Investasi Jatim-Sumut mencatat nilai transaksi mencapai Rp2,5 triliun hingga pukul 12.30 WIB, Selasa (29/9/2026).

Medan (buseronline.com) - Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur (Jatim)-Sumatera Utara (Sumut) mencatat nilai transaksi mencapai Rp2,5 triliun hingga pukul 12.30 WIB, pada 29 September 2026.

Kegiatan bertema "Meningkatkan Jejaring Konektivitas antara Jawa Timur dan Sumatera Utara" tersebut digelar di Ballroom Hotel Grand Mercure Medan dan dihadiri Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Bobby Nasution mengatakan penguatan kerja sama perdagangan antardaerah menjadi salah satu langkah untuk menghadapi tantangan ekonomi global. Menurutnya, potensi ekonomi dalam negeri, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perlu terus diperkuat.

"Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kita. Oleh karena itu, hari ini yang punya potensi besar adalah sektor UMKM. Karenanya Sumatera Utara mencoba mengganti pendekatan kepada para pelaku UMKM," ujar Bobby.

Ia berharap kegiatan misi dagang tidak hanya menghasilkan transaksi sesaat, tetapi berlanjut pada kerja sama usaha yang lebih luas. Dengan demikian, produk-produk UMKM dari Sumut dan Jatim dapat memperluas pasar hingga tingkat nasional.

Bobby menyebut nilai transaksi yang tercatat hingga pukul 10.00 WIB sebelumnya telah mencapai Rp2,288 triliun. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi Rp2,5 triliun pada sekitar pukul 12.30 WIB.

Menurutnya, capaian tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi Sumut untuk meningkatkan kualitas dan daya saing pelaku UMKM melalui proses kurasi.

"Bagaimana mengkurasi para pelaku UMKM. Jadi bagaimana nanti misi dagang kita perkenalan produk-produk kita, pesan kepada Pak Kadis agar neraca perdagangannya bisa naik, stabil. Jadi kalau bisa berikutnya, angka Rp2 triliun bisa meningkat menjadi Rp4 triliun," katanya.

Bobby menambahkan, proses kurasi UMKM harus mencakup seleksi, pelatihan, hingga pemahaman terhadap kebutuhan pasar. Langkah tersebut dinilai penting agar pelaku usaha tidak hanya mendapatkan keuntungan dari transaksi, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam mengembangkan usahanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan kerja sama perdagangan tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi kedua daerah sekaligus memperkuat jejaring antarpelaku usaha.

Khofifah menilai banyak potensi produk Sumut yang dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan pelaku usaha di Jawa Timur. Salah satunya adalah kopi Sidikalang yang menurutnya memiliki kualitas dan merek yang kuat.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
72 UMKM Jawa Tengah Ramaikan Inacraft, Bidik Pasar Internasional
Pemprov Sumut dan BBPOM Medan Perkuat Pengawasan Produk Pangan UMKM
Kreakota 2026 Dorong UMKM dan Perajin Batik Pekalongan Naik Kelas
Pertamina Dorong UMKM Batik Inklusif, Libatkan Penyandang Disabilitas
Pertamina SMEXPO Yogyakarta 2026 Hadirkan 47 UMKM, Perluas Akses Pasar Produk Lokal
Gubernur Jateng Dorong MES Perkuat UMKM dan Ekonomi Syariah
komentar
beritaTerbaru