Sabtu, 19 September 2026

Menkeu Sebut Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Gejolak Global

Sabtu, 19 September 2026 14:55 WIB
Menkeu Sebut Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Gejolak Global
Menkeu RI Suahasil Nazara.
Pemerintah juga menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak bersubsidi, tarif listrik, serta sejumlah harga lain yang berada dalam kewenangan pemerintah.

Sementara itu, arus modal ke pasar keuangan domestik mulai menunjukkan pemulihan. Akumulasi capital inflow hingga 11 September 2026 tercatat mencapai Rp141,6 triliun.

Untuk Surat Berharga Negara (SBN), arus modal asing secara neto mencapai Rp40,8 triliun. Adapun arus masuk pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) tercatat Rp171,6 triliun, sejalan dengan penurunan penerbitan SRBI oleh Bank Indonesia.

Dari sisi fiskal, kinerja APBN hingga akhir Agustus 2026 juga dinilai tetap kuat. Keseimbangan primer berada di posisi positif, sementara defisit anggaran masih terkendali.

"Pendapatan negara Rp2.055,6 triliun, 65 persen dari target. Belanja negaranya Rp2.295 triliun, maka defisitnya adalah Rp240,1 triliun, yang artinya adalah 0,93 persen dari PDB kita," pungkas Suahasil. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemerintah Terima Pertimbangan DPD RI untuk RAPBN 2027
Suahasil Nazara Tegaskan APBN Harus Sehat dan Kredibel
Komisi XI DPR Setujui Anggaran Kemenkeu 2027 Rp49,80 Triliun
Pemerintah Dorong Investasi Berkualitas untuk Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi
Menkeu Purbaya Dorong FTA dan Energi Bersih Dongkrak Daya Saing Ekspor Indonesia
Pemerintah Optimistis Ekonomi Nasional Tetap Solid pada 2027
komentar
beritaTerbaru