"Ini didorong untuk percepatan daripada proyek-proyek strategis di kawasan. Salah satunya kita lihat dari berbagai negara mempersiapkan Special Economic Zone, baik itu Malaysia, Thailand, maupun Indonesia," kata Airlangga.
Ia berharap keberadaan kawasan ekonomi khusus di Sumut semakin berkembang karena menjadi bagian dari integrasi kerja sama ekonomi kawasan
IMT-GT.
Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah juga menilai pertemuan tersebut melahirkan peluang baru yang dapat diperkuat melalui kolaborasi ketiga negara.
Menurutnya, terdapat dua hal penting yang perlu didorong, yakni pengembangan energi baru terbarukan dan peningkatan konektivitas antarnegara.
Akmal menilai kedekatan geografis Indonesia, Malaysia dan Thailand merupakan modal penting untuk memperkuat kerja sama ekonomi.
"Malah saya sempat berjenaka dengan Bapak Menteri (Airlangga), kalau ke Medan dari Kuala Lumpur itu hanya 1 jam, tapi kalau ke Jakarta 2 jam. Itu menunjukkan betapa pentingnya close proximity of our geography ini digunakan dengan sebaik mungkin," ujarnya.
Sementara itu, Vice Minister for Office of the Prime Minister Thailand Thanadit Raktabutr mengapresiasi sambutan Pemerintah Sumut selama pelaksanaan pertemuan IMT-GT.
Ia menyebut Thailand mengirimkan 71 pejabat senior dalam pertemuan tersebut dan memastikan kehadiran Thailand pada pertemuan berikutnya.
Thailand juga akan menjadi tuan rumah pertemuan mendatang seiring dengan rencana negara tersebut menjabat sebagai Ketua ASEAN pada 2028.
"Thailand merasa sangat terhormat berada di sini dan sangat senang dapat berpartisipasi dalam
IMT-GT," kata Thanadit. (P3)
beritaTerkait
komentar