Jumat, 30 Oktober 2026

Indonesia Perkuat Rantai Pasok Sumut untuk Tingkatkan Daya Saing Kawasan

Rabu, 09 September 2026 15:15 WIB
Indonesia Perkuat Rantai Pasok Sumut untuk Tingkatkan Daya Saing Kawasan
Kegiatan Senior Official Meeting IMT-GT ke-32 di Hotel JW Marriott Medan, Selasa (8/9/2026).

Medan (buseronline.com) - Pemerintah Indonesia terus mendorong penguatan koridor rantai pasok dari Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sebagai bagian dari strategi meningkatkan konektivitas dan daya saing ekonomi kawasan.

Posisi Sumut yang berada di jalur strategis Selat Malaka dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat peran Indonesia dalam jaringan perdagangan regional.

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Perekonomian Republik Indonesia, Edi Prio Pambudi, mengatakan penguatan rantai pasok membutuhkan pendekatan yang terintegrasi dengan melibatkan pemerintah daerah.

Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan dalam Senior Official Meeting Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32 di Hotel JW Marriott Medan, pada 8 September 2026.

"Inilah mengapa Indonesia maju dengan pendekatan yang lebih terintegrasi, merencanakan kegiatan proyek dengan perencanaan pemerintah daerah dan memperkuat koridor rantai pasok kita dari Sumut," ujar Edi.

Menurutnya, forum IMT-GT tidak hanya menjadi wadah membahas konektivitas antarwilayah, tetapi juga momentum untuk menata kembali kerja sama kawasan di tengah perubahan ekonomi dan geopolitik global.

"Momen IMT-GT kali ini bukan hanya diskusi mengenai konektivitas semata. IMT-GT merupakan momentum untuk menata ulang hal tersebut," katanya.

Edi menilai perkembangan geopolitik dunia juga menjadi alasan bagi ASEAN untuk memperkuat strategi kawasan secara mandiri, khususnya dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan kerja sama ekonomi.

Selain itu, kesiapan menghadapi dampak El Nino menjadi perhatian penting untuk memastikan keamanan rantai pasok, terutama ketahanan pangan dan kelancaran arus logistik.

Sejumlah sektor unggulan seperti karet, kelapa sawit, perikanan, hortikultura bernilai tinggi, hingga perdagangan digital dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi kawasan.

"Indonesia siap memperluas bahan kimia kelapa sawit, biometan dan energi, serta produk hortikultura tropis ke pasar yang lebih luas, didukung oleh rumah pengemasan modern dan sistem rantai dingin yang tangguh," ungkap Edi.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemprov Sumut Siapkan Rp13,2 Miliar untuk Renovasi 440 Rumah Tidak Layak Huni
Pemkab Toba Serahkan 503 Sertifikat Tanah, BPHTB Peserta PTSL Digratiskan
Investasi Sumut Capai Rp37 Triliun, Serap 64.656 Tenaga Kerja
DPMPTSP Sumut Terbitkan 1.337 Izin Usaha, Perkuat Kemudahan Investasi
Wakil Wali Kota Medan Dukung Duta Menulis Sumut 2026, Siap Perbanyak Perpustakaan
Pemprov Sumut Siapkan Penyerahan RSUD dr M Thomsen ke Pemko Gunungsitoli pada 29 Oktober
komentar
beritaTerbaru