Selasa, 08 September 2026

Bobby Nasution Dorong Pengembangan Komoditas Sumut Berorientasi Ekspor

Selasa, 08 September 2026 14:05 WIB
Bobby Nasution Dorong Pengembangan Komoditas Sumut Berorientasi Ekspor
Gubernur Sumut Bobby Nasution saat menerima audiensi Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sumut Prayatno Ginting beserta jajaran di Ruang Kerjanya, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Senin (7/9/2026).

Medan (buseronline.com) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mendorong pengembangan berbagai komoditas potensial di Sumut agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dan mampu memperluas pasar hingga mancanegara.

Menurut Bobby, peningkatan produksi komoditas harus dibarengi dengan pengembangan produk turunan, stabilitas pasokan, serta pemanfaatan teknologi. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Bobby saat menerima audiensi Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sumut Prayatno Ginting beserta jajaran di Ruang Kerjanya, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, pada 7 September 2026.

Bobby mengatakan Sumut memiliki berbagai komoditas pangan yang potensial dan strategis, termasuk produk pertanian yang selama ini telah menjadi komoditas ekspor.

"Jadi, pengembangan komoditas harus diarahkan agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Sehingga memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat. Begitu juga dengan pemanfaatan teknologi yang ada," ujar Bobby.

Ia menilai Sumut memiliki peluang investasi yang besar di sektor pangan. Namun, peluang tersebut harus didukung kemampuan produksi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Bobby mencontohkan sejumlah komoditas potensial di Kepulauan Nias yang belum berkembang secara optimal. Menurutnya, persoalan utama bukan semata-mata ketersediaan pasar, melainkan kapasitas produksi yang belum mampu memenuhi permintaan.

"Banyak yang berpotensi, seperti di Kepulauan Nias. Di sana belum ketemu pasar yang sesuai. Namun masalahnya bukan pasarnya, tetapi jumlah produksi yang belum memenuhi kebutuhan pasar," jelasnya.

Karena itu, pemerintah bersama pihak terkait perlu melakukan intervensi dan membangun kolaborasi dalam menentukan target produksi komoditas setiap tahun. Dengan demikian, ketersediaan pasokan dapat berjalan seiring dengan kebutuhan pasar.

"Setelah komoditas itu sesuai kebutuhan pasar, pemerintah dan pihak terkait pun perlu mengintervensi. Jadi harus ada kolaborasi bersama, seperti penetapan target tahunan komoditas apa yang perlu kita capai," katanya.

Bobby menegaskan pemerintah memiliki peran dalam menyiapkan kebijakan dan program, sedangkan masyarakat menjadi pelaku utama produksi. Ia berharap program dan anggaran pemerintah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Makanya program dan anggaran pemerintah harus menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Karenanya kami juga ingin menjalin kerja sama untuk meneliti dan mengembangkan komoditas yang berpotensi untuk bisa diekspor," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sumut Prayatno Ginting menyambut baik rencana pengembangan komoditas baru yang berpotensi diekspor dari Sumut.

Ginting menyebut lidi sawit sebagai salah satu komoditas yang memiliki potensi nilai ekspor tinggi, namun selama ini belum banyak terpantau.

Selain lidi sawit, komoditas asal Sumut seperti kepiting, udang, dan sarang burung walet juga memberikan kontribusi terhadap ekspor dengan nilai mencapai Rp8,1 triliun. Selain itu, terdapat rencana pengiriman produk durian asal Sumut ke pasar Tiongkok.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemprov Sumut Kenalkan Wisata dan Kuliner kepada Delegasi Malaysia-Thailand
Pemko Medan dan Bank Sumut Perkuat Kolaborasi Dukung Pembangunan Daerah
BPBD Sumut Perkuat Mitigasi Bencana di Enam Daerah Rawan Sepanjang 2026
BPBD Sumut Perkuat Penanganan Pengungsi Gunung Sinabung
Wapres Gibran dan Gubernur Bobby Tinjau Pemulihan SMA Negeri 1 Barus Pascabencana
Wagub Sumut Dorong Garuda Buka Kembali Rute Kualanamu-Nias
komentar
beritaTerbaru