Sabtu, 17 Oktober 2026

Harga Gabah Naik, Kesejahteraan Petani Kolaka Meningkat dan Produksi Padi Melonjak

Jumat, 28 Agustus 2026 15:10 WIB
Harga Gabah Naik, Kesejahteraan Petani Kolaka Meningkat dan Produksi Padi Melonjak
Bupati Kolaka Amri saat bertemu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam audiensi kepala daerah di Kantor Pusat Kementan RI, Jakarta, Senin (24/8/2026).
"Ini fakta di lapangan, kebijakan harga gabah dari pemerintah pusat membantu menekan tengkulak," kata Amri.

Meski demikian, peningkatan produksi tersebut masih menghadapi tantangan pada sektor pascapanen. Salah satunya adalah rantai distribusi gabah yang cukup panjang karena sebagian hasil pertanian harus dibawa ke luar daerah, termasuk ke Sidrap, Sulawesi Selatan, sebelum kembali masuk ke Kolaka.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kolaka mengusulkan pembangunan Rice Milling Unit (RMU) yang terintegrasi dengan lumbung pangan. Pemkab Kolaka mengaku telah menyiapkan lahan bersertifikat seluas 4 hektare untuk pembangunan fasilitas tersebut.

"Kami sudah siapkan tanah, sudah ada sertifikat. Kalau berkenan, kami minta dukungan RMU, lumbung pangan dan RMU yang terintegrasi. Lahannya kami siapkan 4 hektare," ujar Amri.

Menanggapi usulan tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta Pemkab Kolaka segera berkoordinasi dengan Perum Bulog serta memastikan kesiapan lahan sebagai bagian dari persyaratan pembangunan fasilitas. "Segera koordinasi dengan Bulog. Yang penting tanahnya ada untuk tahun 2027," kata Amran.

Amran menegaskan, pemerintah akan terus memperkuat dukungan mulai dari sektor produksi hingga pascapanen. Langkah tersebut dilakukan agar peningkatan produksi tidak berhenti pada hasil panen, tetapi mampu menciptakan nilai tambah dan meningkatkan pendapatan petani.

Sebelumnya, Kabupaten Kolaka juga telah menerima dukungan sarana dan mesin pertanian dari Kementan, berupa combine harvester, pompa air, traktor roda empat (TR4), dan traktor roda dua (TR2). Bantuan tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi pertanian sekaligus menjaga momentum peningkatan produksi padi.

Bagi Pemerintah Kabupaten Kolaka, pembangunan ekonomi daerah ke depan diarahkan pada dua sektor utama yang dapat berjalan beriringan, yakni mempertahankan pertambangan sebagai salah satu penggerak ekonomi sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai sumber kesejahteraan masyarakat.

Dengan meningkatnya harga gabah, produksi padi, serta dukungan sarana pertanian dan pascapanen, pemerintah daerah berharap sektor pertanian Kolaka semakin mandiri dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemerintah Targetkan Tambah 600 Ribu Sapi Perah hingga 2029
Mentan Amran Siapkan Beasiswa bagi 20 Mahasiswa Palestina
Pemerintah Siapkan Rp17 Triliun untuk Bangun Ekosistem Peternakan Terintegrasi
Kementan Siapkan hingga 2 Juta Hektare untuk Pengembangan Bioetanol Nasional
Pemerintah Pastikan Stok Beras Aman, SPHP Ditambah 1 Juta Ton
Kementan Siapkan Rp28,02 Triliun untuk Perkuat Pertanian 2027
komentar
beritaTerbaru