Jumat, 14 Agustus 2026

Mentan Amran: TNI Bantu Petani Tanpa Honor Tambahan

Jumat, 14 Agustus 2026 13:40 WIB
Mentan Amran: TNI Bantu Petani Tanpa Honor Tambahan
Mentan RI Andi Amran Sulaiman menyampaikan prajurit TNI yang turun membantu petani tidak menerima honor tambahan.

Surabaya (buseronline.com) - Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa prajurit TNI yang turun membantu petani tidak menerima honor tambahan. Dilansir dari laman Kementan, keterlibatan prajurit di sektor pertanian merupakan bentuk pengabdian untuk membantu mempercepat pekerjaan di lapangan.

Amran mengatakan, prajurit TNI tetap menerima gaji sebagai anggota TNI. Namun, berbagai kegiatan yang dilakukan untuk membantu petani, mulai dari mendorong traktor, mengolah lahan, hingga mengangkat dan memasang pompa, tidak mendapatkan bayaran tambahan.

"Ini selalu ditanyakan mahasiswa, wartawan, dan ditanyakan juga di Komisi IV. Inilah membantu siang malam. Jadi bukan tidak ada tambahan honor, membantu mendorong traktor, mengolah lahan, mengangkat pompa, itu tidak ada," ujar Amran, Rabu.

Ia menegaskan, tidak ada tambahan pembayaran bagi prajurit yang bekerja membantu petani pada Sabtu, Minggu, hari libur maupun malam hari.

"Jadi gajinya ada, tapi gaji TNI-nya. Tapi untuk kerja Sabtu, Minggu, hari libur, siang malam, memasang pompa, itu tidak ada. Tidak ada, tidak diberikan gaji," tegasnya.

Menurut Amran, dukungan TNI sangat dibutuhkan pemerintah untuk menghadapi tantangan produksi pangan, khususnya ketika Indonesia menghadapi kondisi El Niño ekstrem.

Situasi tersebut membutuhkan respons cepat, terutama dalam mempercepat pengolahan lahan dan penanganan irigasi. Kebutuhan tenaga di lapangan juga semakin besar karena jumlah penyuluh pertanian lapangan (PPL) masih belum mencukupi.

Amran menyebut saat ini jumlah PPL sekitar 37 ribu orang, sementara kebutuhan ideal mencapai lebih dari 80 ribu orang. "PPL kita 37 ribu, kita butuh 80 ribu lebih. Kita kurang sekitar 50 ribu," katanya.

Kondisi itu membuat pemerintah perlu melibatkan berbagai pihak untuk mendukung petani. Menurut Amran, TNI menjadi salah satu kekuatan yang dapat dimobilisasi dengan cepat ketika petani membutuhkan bantuan di lapangan.

"Nah, di saat kondisi El Niño ekstrem seperti sekarang, ke mana kita mau minta tolong dalam waktu sekejap? TNI," ujarnya.

Amran menekankan bahwa keterlibatan TNI tidak dimaksudkan untuk mengambil alih peran petani maupun penyuluh. Prajurit hanya menjadi kekuatan pendukung untuk mempercepat penanganan persoalan pertanian dalam kondisi yang membutuhkan respons segera.

Ia pun mengajak masyarakat melihat keterlibatan TNI dalam membantu petani sebagai bentuk gotong royong dan pengabdian dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

"Jadi tolong netizen, ini yang membantu kita menjaga pangan. Kita mengabdi, ini kan pengabdian," pungkas Amran. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Baru Dijanjikan Siang Hari, Traktor Bantuan Mentan Amran Tiba Sore Harinya di Semarang
Mentan Amran Beri Hadiah Traktor untuk Kelompok Tani Saat Sidak di Sawah Semarang
Pemkab Taput Percepat Pemulihan Pascabencana, Satgas PRR Apresiasi Progres Infrastruktur dan Ekonomi
Pemkab Taput Perkuat Sinergi Tapanuli Raya Lewat Pisah Sambut Dandim 0210/TU
Mentan Amran Tegaskan Komitmen Swasembada Susu, Peternakan Terpadu Brebes Siap Produksi 180 Ribu Ton per Tahun
Mentan Amran Borong Inovasi ITS, Benih Jagung Rp10 Miliar hingga Traktor Amfibi
komentar
beritaTerbaru