Rabu, 12 Agustus 2026

Baru Dijanjikan Siang Hari, Traktor Bantuan Mentan Amran Tiba Sore Harinya di Semarang

Rabu, 12 Agustus 2026 13:20 WIB
Baru Dijanjikan Siang Hari, Traktor Bantuan Mentan Amran Tiba Sore Harinya di Semarang
Traktor yang dijanjikan pada siang hari telah tiba di lokasi pada sore harinya dan langsung dapat dimanfaatkan oleh para petani.

Semarang (buseronline.com) - Komitmen Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam merespons kebutuhan petani kembali ditunjukkan secara langsung.

Dilansir dari laman Kementan, usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di persawahan Desa Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Kamis (6/8/2026), Mentan Amran langsung menginstruksikan jajarannya menyalurkan bantuan satu unit traktor kepada kelompok tani setempat.

Menariknya, bantuan tersebut terealisasi hanya dalam hitungan jam. Traktor yang dijanjikan pada siang hari telah tiba di lokasi pada sore harinya dan langsung dapat dimanfaatkan oleh para petani.

Kedatangan bantuan tersebut disambut haru oleh para petani. Jadiyah, salah satu perwakilan petani, mengaku tidak menyangka bantuan yang baru dijanjikan beberapa jam sebelumnya benar-benar langsung datang.

"Ya Allah, enggak disangka-sangka. Rezekinya bertubi-tubi. Enggak ada berita, enggak ada kabar, enggak ada apa. Biasanya kalau ada bantuan dari kelurahan atau dinas pasti ada kabar dulu. Ini enggak, tiba-tiba datang," ujar Jadiyah.

Menurutnya, cepatnya realisasi bantuan tersebut membuat para petani merasa mendapat perhatian langsung dari pemerintah.

Bantuan traktor itu juga menjadi harapan baru bagi kelompok tani yang selama ini masih mengandalkan tenaga manual dalam mengolah lahan.

Jadiyah juga menceritakan momen ketika Mentan Amran tiba-tiba menghampiri lahan yang sedang digarap petani dan mengajak mereka berdialog.

Suasana berlangsung akrab karena para petani sebelumnya tidak mengetahui bahwa sosok yang datang menghampiri mereka merupakan Menteri Pertanian.

Mentan Amran bahkan sempat memperkenalkan diri dengan nada bercanda sebagai "ketua penyuluh petani". Hal tersebut membuat para petani mengira dirinya hanya orang biasa yang datang melihat aktivitas di persawahan.

Ketika traktor bantuan tiba pada sore hari, para petani baru mengetahui bahwa sosok yang menemui mereka sebelumnya merupakan pejabat tinggi pemerintah.

"Kami sampai bertanya-tanya, jangan-jangan itu Bupati. Ternyata setelah tahu, yang datang langsung Pak Menteri. Alhamdulillah, sore harinya traktornya benar-benar sudah datang," ungkap Jadiyah.

Jadiyah bersama petani lainnya mengaku bersyukur atas perhatian Mentan Amran terhadap kondisi mereka di lapangan. Ia berharap perhatian serupa juga datang dari Presiden Prabowo Subianto dengan mengunjungi langsung lahan pertanian di wilayah tersebut.

"Terima kasih Pak Menteri atas bantuan traktornya buat bekerja. Semoga ke depannya Pak Presiden juga bisa ke sini," ujar Jadiyah.

Sebelumnya, saat melakukan sidak, Mentan Amran menghampiri sejumlah petani yang mayoritas merupakan ibu-ibu dan masih melakukan penanaman padi secara manual.

Dalam dialog tersebut, Mentan Amran menanyakan kondisi usaha tani yang mereka jalankan. Ia kemudian menawarkan bantuan satu unit traktor untuk membantu mempercepat proses pengolahan lahan.

"Kalau saya kasih satu traktor, bisa dipakai?" tanya Mentan Amran kepada para petani.

Para petani mengaku belum memiliki kemampuan untuk mengoperasikan alat tersebut. Namun, Mentan Amran menyarankan agar traktor tersebut dapat disewakan sehingga tetap memberikan manfaat dan menjadi sumber pendapatan tambahan bagi kelompok tani.

"Kalau belum bisa mengoperasikan, disewakan saja. Kan sewanya sekitar satu juta rupiah per hektare. Nanti bisa menjadi tambahan pendapatan kelompok," ujar Mentan Amran.

Adapun lahan sawah yang dikelola Jadiyah bersama kelompok tani setempat memiliki luas sekitar 17 hektare. Produktivitas lahan tersebut mencapai sekitar 6,8 hingga 7 ton gabah per hektare.

Meski memiliki produktivitas cukup tinggi, para petani masih menghadapi keterbatasan alat dan mesin pertanian. Sebagian besar proses pengolahan dan penanaman masih dilakukan secara manual.

Realisasi bantuan traktor dalam waktu singkat tersebut menjadi bentuk respons pemerintah terhadap kebutuhan petani di lapangan.

Penyediaan alat dan mesin pertanian diharapkan dapat mendorong modernisasi sektor pertanian, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat kesejahteraan petani.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat peningkatan produksi pangan dan mewujudkan swasembada pangan nasional. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Mentan Amran Beri Hadiah Traktor untuk Kelompok Tani Saat Sidak di Sawah Semarang
Pemerintah Perluas Pengawasan Dugaan Penyimpangan Beras Fortifikasi
Mentan Amran Tegaskan Komitmen Swasembada Susu, Peternakan Terpadu Brebes Siap Produksi 180 Ribu Ton per Tahun
Mentan Amran Borong Inovasi ITS, Benih Jagung Rp10 Miliar hingga Traktor Amfibi
Mentan Amran: Berani Hadapi Risiko Kunci Lahirnya Pengusaha Besar
Pangan Nasional Aman, Presiden Prabowo Perintahkan Percepatan Hilirisasi Pertanian
komentar
beritaTerbaru