Jumat, 07 Agustus 2026

Ekonomi Jawa Barat Tumbuh 5,73 Persen pada Triwulan II 2026, Angka Kemiskinan Terus Menurun

Jumat, 07 Agustus 2026 19:30 WIB
Ekonomi Jawa Barat Tumbuh 5,73 Persen pada Triwulan II 2026, Angka Kemiskinan Terus Menurun
Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati saat Rilis Berita Resmi Statistik Provinsi Jawa Barat di Kantor BPS Jawa Barat, Bandung, Rabu (5/8/2026).

Bandung (buseronline.com) - Perekonomian Provinsi Jawa Barat pada triwulan II 2026 mencatat pertumbuhan sebesar 5,73 persen secara tahunan (year on year/y-o-y).

Dilansir dari laman Jabarprov, capaian tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang pada periode yang sama tercatat sebesar 5,29 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati mengatakan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat ditopang oleh sejumlah sektor unggulan.

Dari sisi produksi, lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 18,28 persen.

"Dari sisi pengeluaran, komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 40,24 persen," ujar Margaretha saat Rilis Berita Resmi Statistik Provinsi Jawa Barat di Kantor BPS Jawa Barat, Bandung, Rabu.

Sementara itu, sumber utama pertumbuhan ekonomi Jawa Barat dari sisi lapangan usaha berasal dari Industri Pengolahan yang memberikan andil positif sebesar 1,96 persen.

Dari sisi pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga menjadi penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi dengan kontribusi 3,03 persen.

Secara kuartalan (quarter to quarter/q-to-q), ekonomi Jawa Barat juga menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan sebesar 2,25 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.

Pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi kembali dicatat oleh lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 12,67 persen, sedangkan dari sisi pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah tumbuh 7,96 persen.

Selain pertumbuhan ekonomi, BPS Jawa Barat juga mencatat penurunan tingkat kemiskinan. Persentase penduduk miskin pada Maret 2026 tercatat sebesar 6,54 persen, turun 0,24 persen poin dibandingkan September 2025 dan turun 0,49 persen poin dibandingkan Maret 2025.

Jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 sebanyak 3,44 juta orang, berkurang 114,23 ribu orang dibandingkan September 2025 dan berkurang 218,27 ribu orang dibandingkan Maret 2025.

Menurut Margaretha, penurunan angka kemiskinan dipengaruhi oleh semakin luasnya kesempatan kerja. Selama periode Februari hingga Mei 2026, jumlah tenaga kerja yang terserap meningkat 205,31 ribu orang, sehingga mendorong peningkatan pendapatan rumah tangga dan menjaga daya beli masyarakat.

BPS mencatat Garis Kemiskinan Jawa Barat pada Maret 2026 sebesar Rp609.790 per kapita per bulan, yang terdiri atas Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp454.174 atau 74,48 persen, serta Garis Kemiskinan Nonmakanan sebesar Rp155.616 atau 25,52 persen.

Secara keseluruhan, tren kemiskinan di Jawa Barat sepanjang periode Maret 2021 hingga Maret 2026 terus menunjukkan penurunan, kecuali pada Maret 2022 ketika kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menyebabkan peningkatan jumlah penduduk miskin.

Seiring membaiknya perekonomian pascapandemi Covid-19, tingkat kemiskinan di Jawa Barat kembali mengalami penurunan secara konsisten hingga Maret 2026. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kabupaten Bekasi Pimpin Jumlah Perpustakaan Terakreditasi di Jawa Barat
Disparbud Jabar Perkuat Daya Saing Pelaku Ekraf Indramayu melalui Program Karya Kreatif
BPS: Jawa Barat Alami Deflasi 0,05 Persen pada Juli 2026, Dipicu Turunnya Harga Bahan Pokok
Bidan Diminta Perkuat Pelayanan Demi Wujudkan Ibu dan Bayi Sehat Selamat
Pemko Bandung dan Big Bad Wolf Hadirkan Festival Literasi Pages and Plates
Pasokan Pangan Kota Bandung Aman, Harga Ayam dan Timun Alami Kenaikan
komentar
beritaTerbaru