"Kami melihat langsung kondisi masyarakat yang harus menyeberang melalui pipa. Itu sangat membahayakan, apalagi banyak anak sekolah yang melintas. Karena itu kami bergerak cepat bersama Kodim dan seluruh perangkat terkait untuk mencari solusi," kata Rico.
Rico mengungkapkan peninjauan lapangan telah dilakukan sejak April 2026 untuk mempelajari kondisi konstruksi, status lahan, serta menentukan jenis jembatan yang paling sesuai. Setelah seluruh proses koordinasi rampung, pembangunan dimulai dan berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar lima pekan.
"Ini membuktikan kerja sama yang baik antara Pemerintah Kota Medan dan TNI dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Jembatan ini memang dibangun untuk warga yang sudah lama menantikannya," ujarnya.
Acara peresmian turut dihadiri Sultan Deli Tuanku Mahmud Arya Lamanjiji, pimpinan perangkat daerah, serta sejumlah anggota DPRD. Di akhir kegiatan, Pangdam I/Bukit Barisan bersama
Wali Kota Medan secara simbolis membuka
Jembatan Perintis Garuda untuk digunakan masyarakat.
Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, mendukung aktivitas perekonomian, memudahkan akses pendidikan, serta memperkuat konektivitas antarwilayah yang selama ini terputus. (P3)
beritaTerkait
komentar