Senin, 27 Juli 2026

Pertamina Tegaskan Komitmen Perkuat HSSE dan Kelola Risiko Iklim untuk Dukung Ketahanan Energi

Senin, 27 Juli 2026 09:45 WIB
Pertamina Tegaskan Komitmen Perkuat HSSE dan Kelola Risiko Iklim untuk Dukung Ketahanan Energi
Penyelenggaraan HSSE Leadership Forum 2026 bertajuk Managing Climate Risk in Oil & Gas Business: Strengthening Resilience and Sustainability Across the Value Chain yang digelar di Auditorium PGAS, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Jakarta (buseronline.com) - PT Pertamina (Persero) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya Health, Safety, Security and Environment (HSSE) sebagai fondasi operasional perusahaan.

Dilansir dari laman Pertamina, upaya tersebut dilakukan seiring langkah Pertamina menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi menuju bisnis energi yang berkelanjutan.

Komitmen itu ditegaskan melalui penyelenggaraan HSSE Leadership Forum 2026 bertajuk Managing Climate Risk in Oil & Gas Business: Strengthening Resilience and Sustainability Across the Value Chain yang digelar di Auditorium PGAS, Jakarta, Rabu.

Dalam forum tersebut, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan perubahan iklim tidak hanya menjadi tantangan, tetapi juga menghadirkan peluang ekonomi baru melalui pengembangan ekonomi karbon.

Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar berupa hutan tropis, ekosistem laut, dan keanekaragaman hayati yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan nilai ekonomi sekaligus mendukung upaya penurunan emisi.

"Dunia saat ini berlomba-lomba menurunkan emisi gas rumah kaca. Namun, upaya itu tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan dunia usaha melalui berbagai skema, termasuk perdagangan karbon," ujar Jumhur.

Ia menjelaskan, rehabilitasi hutan mangrove tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga mampu menghasilkan nilai ekonomi melalui perdagangan kredit karbon. Karena itu, ia mendorong perusahaan-perusahaan nasional untuk mengambil peran lebih besar dalam pengembangan pasar karbon Indonesia.

"Climate risk sebetulnya adalah bisnis. Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dan saya berharap perusahaan-perusahaan Indonesia menjadi pelaku utama dalam memanfaatkan peluang tersebut," katanya.

Selain itu, Jumhur menilai penerapan HSSE merupakan wujud penghormatan terhadap keselamatan dan kesehatan manusia yang harus menjadi budaya di setiap organisasi dan perusahaan.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menegaskan Pertamina terus menjalankan mandat pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional, di saat yang sama mempercepat berbagai inisiatif dekarbonisasi di seluruh rantai bisnis perusahaan.

Menurut Oki, pada tahun depan Pertamina menargetkan pengeboran lebih dari 1.000 sumur sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi minyak dan gas bumi. Perseroan juga mencatat penemuan cadangan migas baru di Sumatera Selatan yang diharapkan dapat memperkuat pasokan energi nasional.

Di sisi lain, Pertamina tetap menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama. Dengan jumlah pekerja mencapai sekitar 130 ribu orang, perusahaan terus memperkuat implementasi budaya HSSE melalui penggunaan alat pelindung diri, penerapan stop work authority, peningkatan integritas aset, serta pembinaan kontraktor.

"Kami ingin memastikan seluruh perwira berangkat bekerja dengan sehat dan pulang ke rumah dengan selamat. Kami akan terus memperkuat budaya keselamatan di seluruh lingkungan Pertamina," ujar Oki.

Melalui penguatan budaya HSSE dan pengelolaan risiko iklim, Pertamina berharap mampu menjaga keandalan operasional, meningkatkan ketahanan energi nasional, sekaligus mendukung target pembangunan rendah karbon dan keberlanjutan di Indonesia. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemerintah Selaraskan Aturan KEK, Perusahaan Ber-TKDN Tinggi Dapat Akses Setara
Kemenkes, LKPP, dan Telkom Perkuat E-Katalog Kesehatan untuk Dorong Efisiensi Pengadaan Obat
Pertamina Perkuat Budaya HSSE Lewat Jambore 2026
KPK Libatkan Generasi Muda Perkuat Budaya Antikorupsi Lewat SINTESIS 2026
Indonesia-Australia Luncurkan Program KITA SEHAT Senilai AUD100 Juta
KPK dan ANRI Resmi Luncurkan Pusdankor, Jadikan Arsip Sejarah sebagai Senjata Pencegahan Korupsi
komentar
beritaTerbaru