Kamis, 23 Juli 2026

Mentan Amran Borong Inovasi ITS, Benih Jagung Rp10 Miliar hingga Traktor Amfibi

Kamis, 23 Juli 2026 15:25 WIB
Mentan Amran Borong Inovasi ITS, Benih Jagung Rp10 Miliar hingga Traktor Amfibi
Mentan RI Andi Amran Sulaiman membeli sejumlah hasil inovasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember saat mengunjungi Kampus ITS Cabang Buncitan, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (22/7/2026).

Sidoarjo (buseronline.com) - Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman membeli sejumlah hasil inovasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) saat mengunjungi Kampus ITS Cabang Buncitan, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu.

Dilansir dari laman Kementan, produk yang dibeli meliputi benih jagung hibrida senilai Rp10 miliar, traktor amfibi, dan alat panjat kelapa sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap inovasi karya anak bangsa.

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah memprioritaskan penggunaan produk hasil riset perguruan tinggi untuk mendukung pembangunan nasional, khususnya di sektor pertanian.

Mentan Amran mengatakan inovasi yang lahir dari kampus harus dapat dimanfaatkan secara luas oleh petani dan tidak berhenti sebagai hasil penelitian.

"Hari ini kami bangga melihat langsung karya anak bangsa. Ada benih jagung unggul dengan produktivitas 10 ton per hektare, traktor amfibi yang bisa digunakan di lahan kering maupun rawa, serta alat panjat kelapa. Inovasi seperti ini harus kita dukung," ujar Amran.

Sebagai bentuk komitmen, Kementerian Pertanian langsung membeli benih jagung hibrida ITS untuk kebutuhan tanam seluas 13.000 hektare dengan nilai mencapai Rp10 miliar.

Benih tersebut akan dibagikan secara gratis kepada petani. Menurut Amran, penggunaan benih unggul dan teknologi budidaya dapat meningkatkan produksi jagung nasional tanpa perlu membuka lahan baru.

Selain benih jagung, Kementerian Pertanian juga membeli traktor amfibi dan alat panjat kelapa. Amran menilai penggunaan teknologi tersebut akan meningkatkan efisiensi kerja petani sekaligus mengurangi risiko kecelakaan saat memanen kelapa.

"Pemerintah akan terus memprioritaskan hasil riset perguruan tinggi. Benih, traktor, dan berbagai alat pertanian hasil inovasi kampus harus menjadi bagian dari transformasi pertanian nasional," katanya.

Pemulia benih jagung hibrida ITS, Dr Muryono mengatakan benih jagung MTE 09 siap diproduksi secara massal mulai Oktober mendatang. Tim ITS juga akan mendampingi petani dalam penerapan teknologi budidaya agar produktivitas dapat meningkat secara optimal.

Ia optimistis produktivitas jagung tidak hanya mencapai rata-rata 10 ton per hektare, tetapi berpotensi meningkat hingga sekitar 20 ton per hektare dengan penerapan standar operasional budidaya yang tepat.

Sementara itu, Rektor ITS Prof Bambang Pramujati menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Kementerian Pertanian yang langsung memanfaatkan hasil inovasi kampus.

Menurutnya, ITS siap mendukung program swasembada pangan melalui pengembangan benih unggul, mekanisasi pertanian, dan berbagai inovasi teknologi lainnya.

Ia menambahkan, ITS akan menggandeng industri untuk memproduksi inovasi tersebut secara massal sehingga dapat dimanfaatkan secara luas oleh petani di berbagai daerah di Indonesia. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Mentan Amran Tegaskan Komitmen Swasembada Susu, Peternakan Terpadu Brebes Siap Produksi 180 Ribu Ton per Tahun
Mentan Amran: Berani Hadapi Risiko Kunci Lahirnya Pengusaha Besar
Presiden Prabowo Targetkan Swasembada Gula Tercapai dalam Dua Tahun
Pangan Nasional Aman, Presiden Prabowo Perintahkan Percepatan Hilirisasi Pertanian
Pemerintah Klaim Harga TBS Sawit Mulai Pulih, Pengawasan Terus Diperketat
Mentan Amran Penuhi Berbagai Usulan Petani Papua, Perkuat Swasembada Pangan
komentar
beritaTerbaru