Sabtu, 18 Juli 2026

Kementan dan Pemkab Kendal Gelar Gerdal Tikus, Jaga Produksi Pangan Nasional

Sabtu, 18 Juli 2026 08:20 WIB
Kementan dan Pemkab Kendal Gelar Gerdal Tikus, Jaga Produksi Pangan Nasional
Kementan RI bersama Pemerintah Kabupaten Kendal menggelar Gerdal OPT tikus di Desa Tabet, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (11/7/2026).

Kendal (buseronline.com) - Kementerian Pertanian (Kementan) RI bersama Pemerintah Kabupaten Kendal menggelar Gerakan Pengendalian (Gerdal) Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) tikus di Desa Tabet, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Sabtu.

Dilansir dari laman Kementan, kegiatan ini dilakukan sebagai langkah cepat mengatasi serangan hama tikus yang mengancam produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman menegaskan, pemerintah tidak boleh membiarkan petani menghadapi persoalan di lapangan sendirian. Menurutnya, setiap kendala yang berpotensi mengganggu produksi pangan harus segera ditangani.

"Kita tidak boleh membiarkan petani berjuang sendiri. Begitu ada persoalan di lapangan, pemerintah harus hadir dan bergerak cepat. Produksi harus kita jaga karena pangan adalah kebutuhan dasar masyarakat dan menjadi kunci menuju swasembada," ujar Amran.

Direktur Pelindungan Tanaman Pangan, Rachmad mengatakan gerakan pengendalian massal tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pertanian agar setiap laporan dari petani segera direspons.

"Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian, tidak boleh ada penundaan dalam menangani keluhan petani di lapangan. Kami di Ditjen Tanaman Pangan, khususnya jajaran pelindungan, wajib bergerak cepat mengawal dan mengamankan setiap jengkal lahan persawahan dari serangan hama," katanya.

Menurut Rachmad, pengamanan pertanaman dari serangan OPT menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas produksi pangan nasional. Karena itu, pengendalian dilakukan secara cepat, tepat, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan agar potensi kehilangan hasil dapat ditekan semaksimal mungkin.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), penyuluh pertanian, kelompok tani, serta masyarakat setempat.

Pengendalian dilakukan secara gotong royong melalui metode gropyokan untuk memburu tikus secara langsung di lahan serta pengemposan atau fumigasi pada lubang-lubang aktif yang menjadi sarang tikus. Kombinasi kedua metode tersebut dinilai efektif menekan populasi hama sekaligus melindungi tanaman dari ancaman kerusakan.

Melalui pengendalian OPT yang dilakukan secara cepat dan terpadu, Kementan optimistis produktivitas pertanian dapat terus terjaga sehingga mampu mendukung penguatan ketahanan pangan dan percepatan terwujudnya swasembada pangan nasional. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kementan Pastikan Rekrutmen Petugas Sensus Pertanian 2026 yang Beredar di Medsos Adalah Hoaks
Kementan Percepat Perbenihan Nasional untuk Wujudkan Swasembada Bawang Putih
Kementan Perkuat Strategi Hadapi Kemarau 2026, Produksi Pangan Nasional Diyakini Tetap Aman
Kementan Percepat Swasembada Bawang Putih, Bangun Ekosistem dari Benih hingga Konsumsi
Kementan: Pasokan Pangan Aman, Beras Tak Lagi Jadi Penyumbang Utama Inflasi
Kementan Lepas Enam Varietas Unggul Baru, Perkuat Daya Saing Perkebunan Nasional
komentar
beritaTerbaru