Rabu, 15 Juli 2026

Hari Krida Pertanian ke-54, Ciamis Dorong Modernisasi Pertanian dan Swasembada Pangan

Rabu, 15 Juli 2026 08:45 WIB
Hari Krida Pertanian ke-54, Ciamis Dorong Modernisasi Pertanian dan Swasembada Pangan
Pemerintah Kabupaten Ciamis menggelar peringatan HKP ke-54 tingkat kabupaten di Lapangan Desa Sumberjaya, Kecamatan Cihaurbeuti, Senin (13/7/2026).

Ciamis (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten Ciamis menggelar peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-54 tingkat kabupaten di Lapangan Desa Sumberjaya, Kecamatan Cihaurbeuti, Senin.

Dilansir dari laman Jabarprov, kegiatan tersebut mengusung tema "Transformasi Teknologi dalam Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan".

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi penopang utama perekonomian daerah.

Menurutnya, lebih dari 60 persen penduduk Kabupaten Ciamis berprofesi sebagai petani dan buruh tani sehingga memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas ekonomi.

"Yang bisa menekan inflasi dan pengangguran di Ciamis adalah para petani," ujar Herdiat dalam sambutannya.

Ia mengungkapkan, tingkat pengangguran di Kabupaten Ciamis berhasil ditekan dari 7,22 persen menjadi 4,07 persen berkat perputaran ekonomi di sektor pertanian. Selain itu, Kabupaten Ciamis juga mencatat surplus sejumlah komoditas pangan, seperti beras, daging ayam, dan telur ayam yang kini dipasarkan ke berbagai daerah.

Di tengah keterbatasan pupuk subsidi, petani Ciamis terus berinovasi dengan memanfaatkan pupuk organik. Tercatat, lebih dari 200 hektare lahan persawahan di daerah tersebut telah beralih menggunakan pupuk organik yang dinilai lebih murah, mudah diperoleh, dan mampu meningkatkan nilai jual hasil panen.

Keberhasilan sektor pertanian Ciamis mendapat apresiasi dari Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Jawa Barat, Otong Wiranto. Ia menyebut Ciamis layak menjadi percontohan di Jawa Barat karena konsisten menyelenggarakan peringatan Hari Krida Pertanian setiap tahun.

Namun demikian, Otong mengingatkan adanya ancaman kemarau panjang atau El Nino yang mulai menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah Jawa Barat. "Kita tidak boleh lagi bekerja dengan cara-cara lama. Pertanian harus modern, berbasis teknologi, dan efisien," tegasnya.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, pemerintah terus mendorong penerapan sistem budidaya modern, seperti pompanisasi dan metode tanam cerdas yang mampu menghemat penggunaan air.

Bupati Herdiat berharap transformasi teknologi pertanian dapat membuka peluang pasar yang lebih luas bagi petani Ciamis. Pasalnya, kebutuhan sayur dan buah lokal di Kabupaten Ciamis saat ini baru terpenuhi sekitar 40 hingga 50 persen.

Menurutnya, program pemerintah pusat seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi peluang besar bagi para petani, khususnya generasi petani milenial, untuk meningkatkan produksi, memperluas pasar, serta mendorong kesejahteraan ekonomi masyarakat desa. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Bupati Ciamis: Dokter Harus Layani Masyarakat Tanpa Membedakan Status Sosial
Bupati Ciamis Ajak Guru Perketat Pengawasan Gawai Pelajar
komentar
beritaTerbaru