Ia menambahkan, kekayaan budaya Indonesia merupakan modal besar untuk menghasilkan produk unggulan yang memiliki ciri khas. Namun, menurutnya, kualitas produk harus terus ditingkatkan melalui pengembangan desain, kemasan, branding, hingga standardisasi agar mampu bersaing di pasar global.
Dalam kesempatan itu, Rico juga menghadirkan Nurmasita, pelaku usaha Wira Bags binaan Dekranasda Kota Medan. Nurmasita menceritakan usahanya yang sempat terpuruk akibat pandemi, namun berhasil bangkit berkat pendampingan Pemerintah Kota Medan hingga mampu tampil dalam
Indonesia City Expo 2026.
Rico mengatakan kisah tersebut membuktikan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mendorong UMKM naik kelas. Menurutnya, dukungan tidak hanya berupa pelatihan, tetapi juga akses permodalan, digitalisasi, distribusi, dan perluasan pasar.
"Produk-produk ini harus menjadi kebanggaan Indonesia dan mampu menjadi konsumsi masyarakat dunia. Itu tugas kita sebagai kepala daerah untuk terus mendukung mereka," katanya.
Ia juga mengungkapkan transaksi UMKM selama penyelenggaraan ICE 2026 mencapai sekitar Rp1,5 miliar. Sementara penjualan produk Dekranasda Kota Medan selama tiga hari pameran tercatat sekitar Rp65 juta pada hari pertama, Rp75 juta pada hari kedua, dan hampir Rp50 juta pada hari ketiga.
"Ini menunjukkan produk lokal memiliki pasar yang sangat baik. Tinggal bagaimana kita terus meningkatkan kualitasnya dan mempertemukan produk-produk itu dengan pasar yang lebih luas," tuturnya.
Indonesia City Expo ke-22 diikuti 141 stan dari 98 kota, dua badan atau lembaga, sektor perbankan, serta UMKM binaan dari berbagai daerah.
Pada penutupan acara juga diumumkan para pemenang berbagai kategori, di antaranya Kota Bandar Lampung sebagai Stan Terbaik, Kota Medan sebagai Stan Terfavorit, Kota Palangkaraya sebagai peraih Dekorasi Stan Terbaik, serta Jakarta Utara sebagai Stan Terkreatif. (P3)
beritaTerkait
komentar