Kamis, 02 Juli 2026

Jateng Tetap Jadi Magnet Investasi, Gubernur Ahmad Luthfi: Iklim Usaha Kondusif

Kamis, 02 Juli 2026 10:35 WIB
Jateng Tetap Jadi Magnet Investasi, Gubernur Ahmad Luthfi: Iklim Usaha Kondusif
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menghadiri Business Dinner bersama pelaku usaha dan pemangku kepentingan perekonomian se-Jawa Tengah di Hotel Padma Semarang, Selasa (30/6/2026) malam.

Semarang (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan iklim investasi di Jawa Tengah tetap kondusif di tengah tantangan geopolitik global dan tekanan fiskal yang masih membayangi perekonomian.

Dilansir dari laman Jatengprov, berbagai kemudahan perizinan, dukungan infrastruktur, hingga ketersediaan tenaga kerja menjadi modal utama yang membuat Jawa Tengah tetap menjadi tujuan investasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Luthfi saat menghadiri Business Dinner bersama pelaku usaha dan pemangku kepentingan perekonomian se-Jawa Tengah di Hotel Padma Semarang, Selasa malam.

Acara itu dihadiri 105 investor dan pelaku usaha, mulai dari investor Penanaman Modal Asing (PMA), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), pengelola kawasan industri, hingga jajaran Bank Jateng.

"Jawa Tengah masih menjadi kawasan yang menarik untuk mengembangkan investasi, terutama industri padat karya, tetapi tidak menutup kemungkinan industri padat modal," ujar Luthfi.

Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus meningkatkan daya saing daerah melalui penyederhanaan perizinan, jaminan keamanan investasi, serta penyediaan tenaga kerja yang kompeten melalui balai latihan kerja, pendidikan vokasi, dan perguruan tinggi.

Menurut Luthfi, langkah tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Pada triwulan I 2026, realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai Rp23,02 triliun atau 23,23 persen dari target investasi tahun ini sebesar Rp99,09 triliun.

Nilai investasi tersebut terdiri atas PMA sebesar Rp12,98 triliun dan PMDN sebesar Rp10,04 triliun, dengan penyerapan sekitar 92 ribu tenaga kerja dari 24.957 proyek.

Sepanjang 2025, realisasi investasi di Jawa Tengah bahkan mencapai Rp110,64 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 418.138 orang.

Untuk menopang pertumbuhan investasi, Pemprov Jawa Tengah juga mengembangkan 12 kawasan industri baru yang tersebar di Kabupaten Rembang, Demak, Kendal, Batang, Brebes, Cilacap, Banyumas, Kebumen, Semarang, Boyolali, Grobogan, serta Kota Semarang.

Di sisi lain, pemerintah terus memperkuat infrastruktur logistik melalui pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan pembangunan dry port di kawasan industri Batang dan Kendal guna meningkatkan kelancaran distribusi barang.

Luthfi juga mengajak para investor memanfaatkan layanan Bank Jateng sebagai bagian dari ekosistem investasi daerah.

Menurutnya, penggunaan bank milik daerah akan memperkuat perputaran ekonomi karena mayoritas saham Bank Jateng dimiliki oleh pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

"Kalau investasi menggunakan bank daerah, akan tumbuh ekonomi baru dan sirkulasi keuangan baru di wilayah kita," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widyatmoko menyatakan pihaknya siap menjadi mitra strategis bagi investor melalui layanan pembiayaan investasi, modal kerja, hingga berbagai layanan transaksi perbankan.

Bank Jateng juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan para pelaku usaha untuk mendukung peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Target Akseptor KB Pria di Kabupaten Semarang Tercapai, Animo MOP Terus Meningkat
Pemprov Jabar Gandeng 1.015 Sekolah Swasta, Siapkan Beasiswa untuk 80 Ribu Siswa
SPMB Jateng 2026 Berjalan Lancar, 228 Ribu Calon Murid Lolos Seleksi
Jateng Perkuat Upaya Pencegahan Perundungan di Sekolah
Bunda PAUD Jateng Ajak Guru Tanamkan Keteladanan Tokoh NU Sejak Dini
Luthfi Minta Bank Jateng Perkuat Permodalan UMKM, Dorong Naik Kelas Pelaku Usaha
komentar
beritaTerbaru