Jumat, 26 Juni 2026

Wali Kota Medan Luncurkan Digitalisasi Pasar dan Sistem Pembayaran Nontunai

Jumat, 26 Juni 2026 12:45 WIB
Wali Kota Medan Luncurkan Digitalisasi Pasar dan Sistem Pembayaran Nontunai
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meluncurkan Sistem Pembayaran Kontribusi dan Digitalisasi Pasar di Pasar Tradisional Petisah, Kamis (25/6/2026).

Medan (buseronline.com) - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meluncurkan Sistem Pembayaran Kontribusi dan Digitalisasi Pasar di Pasar Tradisional Petisah, Kamis.

Program tersebut menjadi langkah awal transformasi tata kelola pasar tradisional menuju sistem yang lebih modern, transparan, dan profesional.

Dalam peluncuran tersebut, Rico Waas mengakui pasar tradisional saat ini menghadapi tantangan besar akibat perubahan perilaku masyarakat yang semakin terbiasa berbelanja secara digital. Menurutnya, kondisi tersebut membuat pasar tradisional harus segera beradaptasi agar tetap mampu bersaing.

"Masyarakat bilang, 'Kami kurang nyaman', bentuknya kurang ada perubahan. Apalagi zaman sekarang, semua dilihat lewat visual dan masyarakat punya banyak pilihan, bahkan bisa belanja sambil scrolling dari HP," kata Rico Waas.

Ia menegaskan, perkembangan teknologi tidak dapat dihindari sehingga PUD Pasar Kota Medan harus mampu menghadirkan inovasi dan perubahan dalam pengelolaan pasar.

"Kita harus beradaptasi untuk bisa masuk dalam dunia teknologi tersebut. Agar cara kerja kita semakin profesional dan bisa dipertanggungjawabkan, sehingga masyarakat juga bisa semakin nyaman," ujarnya.

Salah satu fokus utama digitalisasi tersebut adalah pembenahan sistem pembayaran kontribusi pedagang. Selama ini, sektor tersebut kerap menjadi sorotan karena dinilai masih rentan terhadap kebocoran.

Melalui kerja sama dengan Bank Mandiri, seluruh pembayaran kontribusi pedagang kini dilakukan secara digital dan langsung masuk ke rekening PUD Pasar Kota Medan tanpa melalui perantara.

"Hari ini adalah langkah yang berani. Agar nantinya semua pembayaran kontribusi oleh pedagang itu clear, tidak ada yang aneh-aneh di tengah. Tidak ada lagi istilah 'potong tengah'. Semuanya direct dan bisa dikontrol secara real time setiap harinya," tegasnya.

Rico Waas berharap digitalisasi pasar dapat menjadi langkah awal perbaikan tata kelola pasar tradisional di Kota Medan demi meningkatkan kenyamanan pedagang maupun masyarakat.

Sementara itu, Direktur Utama PUD Pasar Kota Medan, Anggia Ramadhan mengatakan program digitalisasi bukan sekadar perubahan metode pembayaran dari tunai menjadi nontunai, tetapi juga bagian dari reformasi tata kelola pasar secara menyeluruh.

"Ini adalah langkah awal reformasi tata kelola pasar menuju sistem yang lebih modern, transparan, akuntabel, dan profesional. Ini juga menjadi semangat Bapak Wali Kota Medan dalam mewujudkan pemerintahan serta BUMD yang bersih," ujarnya.

Menurut Anggia, transformasi digital dilakukan sebagai respons terhadap berbagai tantangan yang dihadapi pasar tradisional, mulai dari perubahan pola belanja masyarakat hingga pesatnya perkembangan teknologi dan persaingan dengan ritel modern maupun e-commerce.

Ia menegaskan digitalisasi kini menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda jika pasar tradisional ingin tetap bertahan dan memiliki daya saing.

"Oleh karena itu, digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan demi membangun lingkungan pasar yang bersih, tertib, aman, dan nyaman," pungkasnya. (P3)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Rico Waas: Keuangan Pemko Medan Sehat, Tidak Memiliki Utang Jangka Panjang
Wali Kota Medan Buka Open Turnamen Pencak Silat IPSI Kota Medan 2026 di GOR Kebun Bunga
Rico Waas Sambut Baik Program KUR PMI BJB, Dorong Perluasan Akses Pembiayaan bagi Warga Medan
Wakil Wali Kota Medan Minta Persiapan Revitalisasi RSUD Dr Pirngadi Dipercepat
Wali Kota Medan Temui Pangdam I/BB, Perkuat Sinergi Dukung Pembangunan dan Keamanan
Rico Waas Evaluasi Program Prioritas, Tekankan Percepatan Realisasi Janji Kampanye
komentar
beritaTerbaru