Berdasarkan perhitungan perusahaan, sistem tersebut berpotensi menghemat penggunaan diesel hingga 28,08 kiloliter per tahun. Selain itu, implementasi
PLTS di kapal ini juga menunjukkan besarnya peluang pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung operasional transportasi laut yang lebih ramah lingkungan.
Direktur Perencanaan Bisnis PIS, Eka Suhendra, menilai proyek tersebut sebagai tonggak penting dalam strategi dekarbonisasi sektor maritim
Pertamina. "Keberhasilan proyek ini memperlihatkan bahwa transisi energi dapat berjalan melalui kolaborasi, inovasi, dan keberanian menghadirkan teknologi baru," ujarnya.
Melalui penerapan PLTS pada Kapal OB Patra 2303, Pertamina berharap dapat mempercepat pengurangan emisi di sektor transportasi laut sekaligus mendukung target dekarbonisasi nasional menuju masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. (R)
beritaTerkait
komentar