Rabu, 03 Juni 2026

Kementan Perkuat Pengawalan Produksi Pangan di Merauke

Selasa, 02 Juni 2026 07:39 WIB
Kementan Perkuat Pengawalan Produksi Pangan di Merauke
Pemantauan langsung kondisi pertanaman dan panen di sejumlah kawasan produksi padi, Sabtu (30/5/2026).

Merauke (buseron) - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat pengawalan sentra produksi pangan nasional di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, guna menjaga keberlanjutan produksi dan memastikan program pendampingan petani berjalan optimal di tengah dinamika iklim.

Dilansir dari laman Kementan, pengawalan tersebut dilakukan melalui pemantauan langsung kondisi pertanaman dan panen di sejumlah kawasan produksi padi, Sabtu.

Lokasi yang ditinjau meliputi Kampung Yasamulya SP2 dan Kampung Waninggap Miraf SP5 di Distrik Tanah Miring, serta Kampung Sidomulyo di Distrik Semangga.

Kegiatan ini melibatkan jajaran Kementan bersama Dandim 1707/Merauke, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHBun), penyuluh pertanian lapangan, serta kelompok tani setempat.

Pengawalan lapangan dilakukan sebagai tindak lanjut instruksi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman agar setiap potensi kendala produksi dapat terdeteksi dan ditangani sejak dini sehingga produktivitas pertanian di sentra pangan Merauke tetap terjaga.

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan, Hermanto mengatakan pemantauan dilakukan untuk memetakan berbagai faktor yang memengaruhi produktivitas pertanian sehingga langkah penanganan dapat segera dilakukan.

"Kami turun langsung untuk memetakan, jika memang terjadi penurunan produksi, apa penyebab utamanya. Setelah bersama-sama meninjau tiga lokasi tadi, memang ditemukan adanya penurunan produksi, namun kondisinya tidak signifikan dan bukan gagal panen total (puso)," ujar Hermanto.

Menurutnya, tingginya curah hujan pada musim rendengan menjadi tantangan yang perlu diantisipasi karena dapat meningkatkan serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Karena itu, penguatan pengendalian dan pendampingan kepada petani menjadi langkah penting untuk menjaga produktivitas.

Kementan bersama pemerintah daerah terus memperkuat langkah mitigasi dan adaptasi melalui perbaikan jaringan irigasi, pemanfaatan varietas tanaman yang adaptif terhadap genangan dan banjir, penguatan pendampingan budidaya, hingga percepatan penanganan berbagai kendala produksi.

Selain itu, pengendalian OPT juga diperkuat melalui pendekatan terpadu yang melibatkan petani, penyuluh, dan dinas teknis di daerah. Ketersediaan sarana pengendalian sesuai karakteristik serangan OPT di wilayah Merauke dinilai penting untuk menjaga kondisi pertanaman, terutama saat curah hujan tinggi.

Hermanto menegaskan pentingnya konsolidasi antara petani, penyuluh lapangan, dan dinas terkait agar pengendalian hama dan penyakit tanaman dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan.

"Teman-teman di lapangan sudah mulai mengonsolidasikan gerakan untuk memastikan serangan hama dapat diminimalisir ke depannya. Hama memang tidak bisa dihindari sepenuhnya, tetapi sangat bisa dikendalikan agar tidak sampai terjadi ledakan kasus," katanya.

Ke depan, Kementan akan terus memperkuat pengawalan sentra produksi pangan strategis nasional melalui sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, penyuluh pertanian, dan kelompok tani guna mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Petani OAP Milenial di Merauke Sukses Bangun Rumah dan Sekolahkan Anak dari Hasil Bertani Padi
Kementan Pastikan Industri Sawit Tetap Normal, Harga TBS Petani Dijaga
Kementan Perkuat Pengawasan dan Penindakan Mafia Pangan
Kementan Perkuat Pengawalan Program Pertanian di 38 Provinsi Lewat BRMP
Kementan Percepat Optimasi Lahan untuk Dukung Swasembada Pangan Nasional
Kementan Perkuat Teknologi Pertanian Adaptif Hadapi Kemarau 2026
komentar
beritaTerbaru