Sabtu, 30 Mei 2026

Pasokan Hewan Kurban Nasional Surplus 800 Ribu Ekor

Sabtu, 30 Mei 2026 19:00 WIB
Pasokan Hewan Kurban Nasional Surplus 800 Ribu Ekor
Wamentan Sudaryono saat menghadiri kegiatan penyembelihan hewan kurban di Masjid Nurul Iman, Kantor Pusat Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Rabu (27/5/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memastikan ketersediaan hewan kurban nasional tahun 2026 berada dalam kondisi aman dan bahkan mengalami surplus.

Dilansir dari laman Kementan, berdasarkan data pemerintah, total ketersediaan hewan kurban mencapai sekitar 3,2 juta ekor, sedangkan kebutuhan nasional diperkirakan sebanyak 2,4 juta ekor. Dengan demikian, terdapat surplus sekitar 800 ribu ekor.

Menurut Sudaryono, kondisi tersebut mencerminkan kemampuan sektor peternakan nasional dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah tantangan global yang masih berlangsung.

"Ini artinya alhamdulillah Allah telah memberikan rahmat-Nya, telah memberikan rezekinya kepada bangsa kita, negara kita. Hari ini di saat kesulitan perang di mana-mana kita dalam keadaan yang baik, itu perlu tentu kita syukuri bersama," ujar Sudaryono saat menghadiri kegiatan penyembelihan hewan kurban di Masjid Nurul Iman, Kantor Pusat Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Rabu.

Data iSIKHNAS menunjukkan jumlah pemotongan hewan kurban nasional pada 2025 mencapai 2.268.764 ekor atau meningkat 11,5 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebanyak 2.033.995 ekor.

Peningkatan partisipasi masyarakat juga terlihat di lingkungan Kementerian Pertanian. Pada tahun 2026, jumlah hewan kurban yang terkumpul di Masjid Nurul Iman mencapai 49 ekor, terdiri atas 41 ekor sapi dan 8 ekor kambing. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pada 2024 tercatat hanya 2 ekor sapi dan 15 kambing, kemudian meningkat menjadi 9 ekor sapi dan 10 kambing pada 2025, dan melonjak menjadi 41 ekor sapi serta 8 kambing pada 2026.

"Insyaallah negara kita baik, pertumbuhannya baik dan kita bisa lihat partisipasi dari jumlah kurban di masjid ini saja," kata Sudaryono yang juga menjabat Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia.

Hewan kurban tersebut berasal dari berbagai pihak, mulai dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, pejabat Kementerian Pertanian, mitra kerja, BUMN, hingga HKTI yang menyalurkan 15 ekor sapi kurban.

Untuk memastikan proses penyembelihan berjalan sesuai syariat dan standar kesehatan, panitia melibatkan 41 Juru Sembelih Halal binaan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH).

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Agung Suganda menyampaikan bahwa ketersediaan hewan kurban nasional terdiri atas 860 ribu ekor sapi, 34 ribu ekor kerbau, 1,4 juta ekor kambing, dan 935 ribu ekor domba.

"Kami melaporkan bahwa ketersediaan hewan kurban secara nasional cukup aman dan terkendali. Total proyeksi ketersediaan sebanyak 3,2 juta ekor, sementara proyeksi kebutuhan nasional kita untuk pengadaan hewan kurban ini sebanyak 2,4 juta ekor sehingga masih ada surplus sekitar 800 ribu ekor," ujar Agung.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan lebih dari 1.000 ekor sapi bantuan kemasyarakatan Presiden yang didistribusikan ke berbagai daerah, termasuk provinsi, kabupaten/kota, hingga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Agung menambahkan, pelaksanaan dam haji di dalam negeri juga mengalami peningkatan. Jika tahun lalu sekitar 10 ribu ekor kambing disembelih melalui skema dam haji, tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 32.690 ekor.

Menurutnya, peningkatan kebutuhan hewan kurban dan dam haji tersebut menjadi peluang besar bagi peternak nasional untuk meningkatkan kesejahteraan. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pertanian Jadi Motor Utama Ekonomi Daerah, Wamentan Sudaryono Dorong Produksi dan Tekan Impor
Wamentan Pimpin Gerakan Tanam Padi Serentak di 16 Provinsi
Indonesia Jajaki Ekspor Urea ke Australia di Tengah Gangguan Pasokan Global
Kementan Perkuat Implementasi Nilai Ekonomi Karbon untuk Dorong Pertanian Rendah Emisi
Indonesia Bidik Peluang Ekspor Pupuk Global di Tengah Gangguan Distribusi Selat Hormuz
Percepatan Optimalisasi Lahan dan Cetak Sawah, Pemprov Sumut Beri Dukungan
komentar
beritaTerbaru