Sabtu, 11 Juli 2026

Pertamina Gandeng ERIA Kembangkan Riset Transisi Energi Berkelanjutan

Senin, 25 Mei 2026 09:02 WIB
Pertamina Gandeng ERIA Kembangkan Riset Transisi Energi Berkelanjutan
Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza Bersama Direktur SPPU Pertamina Emma Sri Martini dan Jajaran Direksi Subholding Pertamina melakukan sesi foto bersama usai Signing For Energy Transition/CCS Topics saat acara 50th IPA Convex Day 2 yang diselenggarakan di ICE BSD, Tangerang, Banten pada Kamis (21/5/2026).

Jakarta (buseronline.com) - PT Pertamina (Persero) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) untuk memperkuat pengembangan transisi energi berkelanjutan di Indonesia dan kawasan regional.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bertajuk Research Collaboration and Joint Study on the Development of Sustainable Energy Transition Pathways dalam rangkaian acara IPA Convex 2026.

Dilansir dari laman Pertamina, penandatanganan dilakukan oleh Direktur Strategi Portofolio dan Pengembangan Usaha (SPPU) Pertamina Emma Sri Martini bersama Chief Operating Officer (COO) ERIA Dr Takayuki Yamanaka.

Emma mengatakan, Pertamina terus berkomitmen mendukung program pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi nasional sekaligus menjalankan agenda transisi energi.

Menurutnya, kedua agenda tersebut menjadi strategi utama perusahaan yang dijalankan secara paralel melalui konsep Dual Growth Strategy.

"Kemandirian energi dan transisi energi merupakan dua strategi yang dijalankan oleh Pertamina secara bersamaan. Kedua hal ini saling memperkuat satu sama lain," ujar Emma.

Ia menjelaskan, Pertamina saat ini fokus pada dua pilar bisnis utama, yakni mengoptimalkan bisnis energi fosil yang telah berjalan serta mempercepat pengembangan bisnis rendah karbon.

Dalam kerja sama ini, Pertamina dan ERIA akan berkolaborasi dalam analisis kebijakan dan ekonomi sektor energi, termasuk pengembangan kapasitas dan pertukaran pengetahuan.

Implementasi kerja sama akan dilakukan melalui Pertamina Energy Institute (PEI) sebagai lembaga pemikir strategis Pertamina.

Emma menilai, kemitraan dengan ERIA akan membantu Pertamina memperoleh dukungan riset kebijakan, analisis ekonomi energi yang komprehensif, hingga penguatan kapasitas institusional guna mendukung pengembangan portofolio bisnis dan strategi jangka panjang perusahaan.

"Kolaborasi dengan lembaga pemikir internasional akan meningkatkan kapasitas para pihak sekaligus memperkuat posisi strategis Pertamina di tengah dinamika transisi energi global," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Pertamina Group juga menandatangani sejumlah kerja sama lainnya, antara lain JSA CCS Amonia antara PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Hulu Energi (PHE), PT Perusahaan Gas Negara (PGN), dan PT Pupuk Indonesia.

Selain itu, terdapat pula penandatanganan HoA CCS Asri Basin antara PHE dan Exxon, serta MoU CCS di wilayah kerja Pertamina antara Pertamina, PHE, dan ERIA.

ERIA sendiri merupakan lembaga think tank internasional yang didirikan pada 2007 dengan fokus pada kajian ekonomi dan kebijakan di kawasan ASEAN dan Asia Timur.

Lembaga tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI) dan dikenal luas atas kontribusinya dalam analisis kebijakan energi regional. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pertamina dan Boeing Jajaki Pengembangan Ekosistem SAF di Indonesia
KPK dan Kementerian PU Perkuat Pencegahan Korupsi Proyek Konstruksi Daerah
Pertamina Dorong Energi Bersih dan Edukasi Lingkungan Melalui Desa Energi Berdikari
Kemendikdasmen Serahkan Pengelolaan KNIU kepada Kementerian Kebudayaan
Pertamina Tuntaskan Penataan 31 Entitas Anak Usaha pada Semester I 2026
Pertamina Salurkan 200 Paket Bantuan Pendidikan untuk Siswa Prasejahtera di Banyuwangi
komentar
beritaTerbaru